"Mata uang rupiah kembali menguat, karena Indonesia cukup kuat meyakinkan investor bahwa fundamental ekonomi di negeri ini masih positif," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan neraca perdagangan Indonesia yang diekspektasikan dapat terus menyusut masih menjadi penopang penguatan mata uang domestik.
"Penyempitan defisit neraca perdagangan Indonesia secara cepat diharapkan dapat berlanjut hingga kuartal depan," kata dia.
Ia mengatakan sepanjang tahun ini aliran dana asing masuk juga cukup kuat, dan hal itu merupakan salah satu sinyal kemajuan yang lebih jelas.
Namun, kata dia, penguatan cenderung masih terbatas menyusul posisi pelaku pasar yang masih wait and see terhadap kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan (BI rate).
Ia menambahkan buruknya data ekonomi China juga masih menjadi tema utama bagi pasar keuangan global, sehingga aset mata uang berisiko masih rentan terhadap koreksi.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2014
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.