Banda Aceh, 21/3 (Antaraaceh) - Pemerintah diminta membuka jalan tembus di pedalaman Aceh yang menghubungkan Jamat di Kecamatan Jamat, Kabupaten Aceh Tengah dengan Lokop Serbajadi, Aceh Timur sehingga memudahkan akses transportasi masyarakat kedua daerah itu.
"Pembukaan akses jalan tembus dipedalaman Aceh itu penting sehingga dapat menjadi alternatif yang memudahkan bagi masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk bepergian ke pesisir utara dan timur Aceh," kata Bupati Aceh Tengah Nasaruddin di Takengon, Jumat.
Sebelumnya, bupati menjelaskan  Pemkab Aceh Tengah sudah pernah membuka jalan dijalur tersebut sepanjang 10 kilometer untuk mempermudah akses masyarakat yang hendak ke kebun.
Disebutkan, hingga saat ini bakal jalan yang sudah dibuka baik oleh Pemkab Aceh Tengah maupun Pemerintah Aceh sepanjang 24 kilometer. Diperkirakan  ruas jalan yang perlu dibuka sehingga kedua wilayah itu terhubung yakni sepanjang  14 kilometer.
Dipihak lain, Nasaruddin juga mengusulkan kepada Bappeda Aceh membuat perencanaan agar ruas jalan di Aceh Tengah tidak banyak yang berliku-liku atau dipenuhi tikungan yang menyulitkan lajunya kendaraan bermotor.
"Kami merasakan perlunya pelurusan beberapa titik ruas jalan yang menghubungkan Aceh Tengah, terutama jalan Bireuen-Takengon. Itu penting dilakukan selain mempercepat jarak tempuh juga menghindari kecelakaan," kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan, banyak  tikungan yang bisa diluruskan seperti di kilometer 40 jalan Bireuen-Takengon, kemudian di kawasan Kampung Menderek Kabupaten Bener Meriah. Artinya jarak Takengon-Bireuen bisa diperpendek kalau tidak banyak lagi tikungan.
Terhadap usulan harapan dan usulan bupati Aceh Tengah, Ketua Bappeda Aceh Abubakar menyatakan pihaknya akan mengagendakan penembusan ruas jalan tersebut pada perencanaan pembangunan 2015.
"Saya baru mengetahui jika masih ada jalur transportasi yang belum tersambung itu dan kami upayakan dapat masuk dalam perencanaan kedepan agar dapat dianggarkan pada 2015," kata dia menjelaskan.

Pewarta: Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026