"Sampaikan ke Jakarta, bahkan ke seluruh dunia bahwa Aceh saat ini aman dan damai dalam NKRI," katanya dalam kampanye terbuka di lapangan Islamic Center, Kecamatan Darul Imarah, Senin.
Dihadapan massa yang "memerahkan" lapangan tersebut, juru kampanye partai lokal itu juga menegaskan bahwa Partai Aceh tidak menyulut "api permusuhan" dan demokrasi adalah hak semua orang yang harus dijunjung tinggi.
"Semua kita bersaudara. Partai Aceh siap memenangkan Pemilu Legislatif dengan menjunjung tinggi demokrasi setiap orang," kata Mukhlis Basyah yang juga Bupati Aceh Besar itu.
Ratusan warga Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, laki-laki dan perempuan menyaksikan kampanye Partai Aceh yang sekaligus memperkenalkan para kandidat calon anggota legislatif partai yang didominasi mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka itu.
Sebagian warga ikut membawa anak-anaknya mendengarkan orasi politik yang disampaikan para juru kampanye Partai Aceh dibawah terik matahari di lapangan halaman depan bangunan Islmic center itu.
Mukhlis Basyah juga menyatakan optimistis Partai Aceh akan meraih suara terbanyak (menang) di Aceh bagian tengah dan barat pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.
Dalam orasinya politiknya yang berapi-api, Mukhlis Basyah juga mengatakan bahwa Pemerintah Pusat ikhlas dengan perdamaian yang sedang berjalan di Aceh setelah penandatanganan nota kesepahaman damai antara Jakarta dengan pihak GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005.
Ia juga menilai, terjadinya sejumlah peristiwa kekerasan di Aceh akhir-akhir dikarenakan ada pihak yang sedang "bermain" yakni orang-orang yang tidak senang dengan situasi damai di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.
Sementara itu, juru kampanye Partai Aceh lainnya Mukhlis Abee mengatakan janji-janji Pemerintah Pusat yang belum direalisasikan kepada Aceh itu harus terus dituntut, dan tuntutan tersebut dilakukan secara demokrasi.
"Partai Aceh akan menuntut janji-janji pusat yang belum direalisasikan secara demokrasi. Partai Aceh berbeda dengan partai lain. Kita tuntut kedaulatan, dan kemakmuran," katanya menjelaskan.
Pewarta: Pewarta : AzhariEditor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.