“Pemkot Sabang terus mendorong keterpenuhan pelayanan kesehatan untuk anak sejak dini guna mengatasi persoalan malnutrisi dan stunting,” kata Wali Kota Sabang, Provinsi Aceh Nazaruddin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kota Sabang pada acara “Lokakarya Validasi Studi Baseline Geunaseh Kota Sabang” di Hotel Nagoya Inn, Kota Sabang, Kamis.
Pemkot Sabang berharap dukungan para pemangku amanah untuk perbaikan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan anak-anak yang merupakan generasi penerus masa depan bangsa.
Menurut Zakaria, Program Geunaseh Kota Sabang berorientasi pada upaya peningkatan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan bagi seluruh anak di pulau terluar paling barat Indonesia yang berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai kepada keluarga.
“Yang memiliki anak dengan usia, 0 sampai dengan 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai sebesar Rp150 ribu per anak per bulan. Dengan harapan bantuan tunai tersebut berkontribusi pada penurunan angka kejadian malnutrisi dan stunting di Kota Sabang,” katanya.
Program Geunaseh, menurut dia, sejalan dengan visi misi pembangunan Kota Sabang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Sabang tahun 2017-2022 dengan menempatkan isu pembangunan kesehatan menjadi misi pembangunan Kota Sabang yaitu, “Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Yang Manusiawi dan Berkeadilan.
Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama menyampaikan, Kota Sabang merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang melakukan program bantuan tunai anak untuk kelompok umur 0-6 tahun dengan prinsip universal.
“Program Pemkot Sabang patut diapresiasi oleh semua pihak. Artinya, pemerintah serius menekan angkat malnutrisi dan stunting yang dimulai dari ujung negeri,” kata Andi Yoga.
Pemkot Sabang meluncurkan "Program Geunaseh" pada, 8 April 2019 dan melengkapi program beasiswa pendidikan di Kota Sabang yang disalurkan kepada semua anak yang bersekolah dari, tingkat SD hingga SMA.
Pemko Sabang juga terus melakukan inovasi untuk memastikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak sekaligus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan 2030 (SDGs) khususnya yang terkait sektor kesehatan dan pendidikan.
Pewarta: Irman YusufUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.