Aceh Besar (ANTARA) - Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Aceh berkomitmen meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.

“Teknik pembelajaran berbasis TIK perlu dikuasai oleh pendidik untuk menarik minat belajar siswa, sehingga dapat mengarahkan siswa untuk mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yacob di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan Disdik Aceh setiap tahun secara rutin menggelar pelatihan TIK kepada guru mata pelajaran jenjang SMA/SMK/SLB seluruh Aceh.

Menurut dia, sekarang guru harus berganti peran menjadi guru digital dan sebagai fasilitator juga harus berpartisipasi dalam memberikan pelayanan, sehingga memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

“Pemanfaatan TIK ini tidak hanya dalam pembelajaran, guru juga dapat menggunakan teknologi digital melalui aplikasi komputer untuk keperluan semua administrasi, sehingga lebih praktis dan efektif," katanya.

Muslem meminta kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan TIK tersebut dapat melakukan diseminasi kepada guru lain di daerahnya masing-masing.

"Bapak dan Ibu nantinya akan menjadi calon instruktur TIK di daerah, maka untuk melatih guru lain harus terlebih dahulu mengajarkan guru di sekolahnya masing-masing,"  katanya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi TIK, Anwar mengatakan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan TIK jenjang SMA/SMK/SLB tahun 2019 berjumlah 75 orang.

"Mereka yang akan dipilih nantinya berkesempatan mendampingi instruktur lokal dan nasional dalam setiap pelatihan TIK baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi," katanya.

Adapun materi yang telah diajarkan yaitu jenjang SMA dan SMK pemanfaatan media belajar berbasis Animasi dan Infografis sedangkan untuk jenjang SLB pemanfaatan multimedia untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pengembangan Bahan Ajar Interaktif (BAI).



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026