Jakarta (ANTARA) – Stellantis dan Leapmotor resmi menjalin kerja sama strategis pada Oktober 2023 untuk memperkuat elektrifikasi dan keberlanjutan di industri otomotif global. Kolaborasi ini melahirkan Leapmotor International, entitas yang dipimpin Stellantis dengan komposisi kepemilikan 51:49, guna memperluas pasar Leapmotor yang sebelumnya berfokus di domestik China.

Melalui kemitraan ini, Leapmotor menargetkan ekspansi global dengan memanfaatkan jaringan distribusi dan pengalaman Stellantis. Produsen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) tersebut mencatat pertumbuhan penjualan positif hingga sekitar 400.000 unit sampai Juli 2024 dan dinobatkan sebagai salah satu dari tiga merek startup kendaraan listrik terbaik di China pada 2023.

Leapmotor berencana memperkenalkan mereknya di kawasan Asia Pasifik dan India. Malaysia menjadi pasar perintis dan negara pertama peluncuran di kawasan tersebut, yang kemudian akan diikuti Thailand dan Australia. Model global pertama hasil kolaborasi ini adalah Leapmotor C10, SUV listrik yang dirancang untuk mendukung transisi ke BEV dengan teknologi mutakhir, desain pemenang penghargaan, dan nilai kompetitif.

Leapmotor, yang dikenal sebagai “Ling Pao” dalam bahasa Mandarin, mengusung filosofi “melangkah jauh” sebagai komitmen terhadap mobilitas nol emisi berbasis teknologi canggih. Perusahaan mengembangkan banyak teknologi secara mandiri, termasuk chip kecerdasan buatan Lingxin 01 yang diperkenalkan pada CES Asia 2018 untuk mendukung sistem pembelajaran AI, komputasi berperforma tinggi, dan fitur mengemudi otonom.

Perusahaan juga menekankan riset dan pengembangan (R&D) untuk memperkuat ekosistem komponen kendaraan seperti kokpit pintar, sistem kontrol berkendara, perangkat lunak, dan konektivitas. Sebagian besar tenaga kerjanya berfokus pada R&D, termasuk pengembangan motor listrik dan komponen lampu LED sendiri guna meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya.

Leapmotor mengklaim telah mengembangkan dan mematenkan lebih dari 443 teknologi yang digunakan di berbagai model, seperti sedan C01, SUV C11, C16, mobil kompak T03, dan SUV C10. Pendekatan pengembangan internal ini disebut menjadi keunggulan dalam menghadirkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan fitur teknologi terkini.

Leapmotor C10 diposisikan sebagai SUV untuk profesional dan keluarga muda, dengan desain minimalis yang meraih sejumlah penghargaan internasional, termasuk International CMF Design Award 2023 dan French Design Award 2024. Model ini dibangun di atas platform modular Leap 3.0 dengan baterai Lithium Iron Phosphate dan sistem manajemen baterai berbasis AI yang terintegrasi dalam arsitektur Cell-to-Chassis (CTC).

Teknologi tersebut memungkinkan efisiensi ruang baterai lebih baik, manajemen suhu optimal, serta dukungan pengisian daya fleksibel hingga teknologi pengisian cepat 800V/400V. Sistem ini juga dikombinasikan dengan arsitektur elektronik “Four-Leaf Clover” yang memusatkan kontrol kokpit, penggerak, daya, dan sistem kendaraan, serta didukung chip Qualcomm Snapdragon untuk pengalaman digital terintegrasi.

Leapmotor menyatakan komitmennya terhadap inovasi dan mobilitas rendah karbon sejalan dengan strategi “Dare Forward 2030” Stellantis yang menargetkan netral karbon pada 2038. Leapmotor International akan memperluas kehadiran global melalui model C10 dan T03 dengan konfigurasi setir kanan dan kiri.

Ekspansi ke Eropa dimulai pada September 2024 dengan target 200 pusat penjualan pada akhir tahun dan 500 titik penjualan pada 2026. Selain Asia Pasifik dan India, pengembangan pasar juga mencakup Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan. Dalam beberapa tahun ke depan, Leapmotor dan Stellantis berencana meluncurkan lima model baru untuk berbagai segmen kendaraan guna memenuhi kebutuhan pasar global.

Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire

COPYRIGHT © ANTARA 2026