Wali Kota Sabang Nazaruddin menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah seorang warga Aceh Timur, setelah menjadi korban pengeroyokan di Kota Tangerang Selatan dengan tuduhan mencuri sepeda motor.

"Saya mengucapkan Innalilahiwainna ilaihi Rajiun kepada salah satu warga Aceh yang telah menjadi korban fitnah, pengeroyokan atas tuduhan pencurian sepeda motor di Tanggerang," katanya di Sabang, Minggu.

Korban pengeroyokan tersebut bernama Muhammad Basri (36), warga Desa Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Peristiwa pengeroyokan yang diduga salah sasaran itu terjadi di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat (8/5) dini hari. Almarhum Basri meninggalkan istri dan seorang anaknya.

Wali kota yang akrab disapa Tgk Agam itu mengatakan kepada semua pihak di Aceh, sekaligus warga Aceh yang ada di Jawa untuk menahan diri, namun tetap terus memantau proses hukum hingga ke pengadilan. 

"Terus memantau, khususnya kepada semua tokoh Aceh agar mengikuti arus perjalanan kasus ini sampai ke pengadilan nanti. Ini harapan saya sebagai salah satu pimpinan yang ada di Aceh," kata Tgk Agam.

Wali kota juga mengapresiasi kepada pihak kepolisian Republik Indonesia, khususnya kepada jajaran Polsek Serpong, Tangerang Selatan, yang telah gerak cepat untuk menangkap pelaku pengeroyokan warga Aceh.

"Saya berterimakasih sebesar-besarnya kepada Polsek Serpong, dan kepada bapak AKP Supriyanto (Kapolsek Serpong) yang telah memimpin penangkapan terhadap pelaku pengeroyokan warga Aceh yaitu Muhammad Basri," ujarnya.

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Azhari


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020