Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah menyita dua bidang tanah dan satu unit rumah tersangka dugaan korupsi honorarium guru mengaji dengan nilai mencapai Rp398,5 juta.

Kepala Kejari Aceh Tengah Nislianuddin melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Zainul Arifin di Banda Aceh, Senin, mengatakan rumah dan tanah tersebut disita sebagai pengganti kerugian negara.

"Rumah dan tanah yang disita tersebut milik tersangka AY. Tersangka AY sejak 18 September lalu ditahan dan dititipkan di Rutan Takengon," kata Zainul Arifin.

Zainul Arifin menyebutkan dua bidang tanah yang disita dengan luas masing-masing delapan kali 20 meter serta 2.500 meter persegi. Sedangkan rumah dengan luas delapan kali 12 meter.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Aceh Tengah itu menjelaskan AY merupakan bendahara Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah. AY diduga melakukan tindak pidana korupsi honorarium guru mengaji tahun anggaran 2019.

Modus yang dilakukan AY dengan jalan tidak menyalurkan honorarium untuk 1.259 guru mengaji, 14 supervisor, serta enam pengurus LPP TKA periode Juli hingga Desember 2019. Padahal, Dinas Syariat Islam Aceh Tengah sudah mencairkannya ke kas daerah.

"Setiap guru mengaji menerima honorarium Rp50 ribu per bulan dan supervisor Rp100 ribu per bulan. Sedangkan untuk enam pengurus LPP TKA mendapat honorarium keseluruhannya mencapai Rp12,4 juta," kata Zainul Arifin.

Zainal Arifin mengatakan  penyidik sedang menyelesaikan pemberkasan perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh.

"Kasus ini mulai ditangani awal Januari 2020. Pemberkasan perkara sedikit lagi rampung dan direncanakan tuntas awal bulan depan, sehingga bisa dilimpahkan ke pengadilan di Banda Aceh," kata Zainul Arifin.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020