Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Lhokseumawe membentuk tim relawan di setiap desa. Pembentukan tim tersebut dimaksudkan untuk menyatukan pikiran dan visi-misi dalam menangani penyebaran COVID-19.

"Mengingat semakin meningkatnya jumlah korban terpapar COVID-19, kita sudah membentuk tim relawan yang bekerja, berkoordinasi dan melakukan pencegahan sekaligus penanganan wabah virus mematikan tersebut di setiap desa,"kata juru bicara GTPP Kota Lhokseumawe dr Said Alam Zulfikar, Sabtu (3/9).

Ia menyebutkan bahwa relawan desa tanggap COVID-19 diketuai oleh kepala desa dan beranggotakan seluruh tokoh pemuda dan tokoh masyarakat hingga pendamping profesional di desa.

"Selain itu juga melibatkan TNI-Polri seperti Babinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas sebagai pembina desa dan juga merupakan bagian dari satu kesatuan yang penting dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,"kata dr Said Alam.

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta tim di desa untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Penegakan disiplin protokol kesehatan sesuai Perwal yang telah diterbitkan akan terus dilakukan. Bagi pelanggar aturan maka akan diberikan sanksi sosial serta diberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19,"katanya.

Ia mengatakan, korban terpapar COVID-19 di Kota Lhokseumawe sebanyak 169 orang, dengan semakin meningkatnya angka tersebut maka pihaknya akan terus meningkatkan operasi yustisi guna mengingatkan masyarakat agar dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Operasi yustisi akan terus ditingkatkan agar kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan semakin tinggi,"katanya.

Untuk diketahui saat ini korban meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 di Kota Lhokseumawe berjumlah 8 orang dan pasien sembuh mencapai 113 orang dan 48 pasien positif masih dalam perawatan.

Pewarta: Dedy Syahputra

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020