Bupati Kabupaten Aceh Jaya T Irfan Tb menawarkan Riski Fajar Ramadhan  (25) pemuda perakit senjata api di daerah setempat yang sempat ditahan Polres Aceh Jaya, untuk dapat melanjutkan pendidikan guna mengembangkan keahliannya.

“Kita akan panggil Riski bersama orang tuanya untuk kita tanyakan apakah mau melanjutkan pendidikan hingga S-1, karena informasi yang kami terima Riski masih D-III Teknik Mesin, jadi untuk terus bisa mengembangkan keterampilannya,” kata T Irfan Tb di Aceh Jaya, Kamis.

Bupati mengatakan apabila Riski menerima tawarannya, maka pemerintah daerah akan memfasilitasi biaya dan keperluan lainnya, supaya pemuda tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga: Pemuda perakit senjata api di Aceh Jaya dibebaskan
Baca juga: Kasus perakit senpi, ini permintaan legislatif Aceh Jaya ke TNI-Polri

"Jika tidak berminat, maka kita tanyakan apa yang diinginkan. Apalagi kita di Aceh Jaya juga ada balai latihan kerja (BLK), apakah kita minta Riski menjadi instruktur atau ingin mengembangkan secara personal, kita akan bantu sejauh itu positif," katanya.

Menurut Irfan Tb patut disyukuri bahwa hasil proses hukum membuktikan bahwa Riski tidak terlibat dengan kejahatan apapun, maupun dengan organisasi kriminal.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah daerah berkomitmen akan membantu pemuda tersebut untuk mengembangkan disiplin ilmu yang dimiliki.

"Sebagai aset daerah dengan keterampilan yang cukup langka nanti akan kita fasilitasi, apakah nanti dalam bentuk beasiswa lanjutan dari S-1 hingga S-2, kita akan tanyakan kembali kepada yang bersangkutan,” katanya.

Baca juga: Anggota DPR: Perakit senjata asal Aceh Jaya layak dibina
Baca juga: Keuchik: RFK, perakit senjata di Aceh Jaya anak yang mandiri

Seperti diketahui Riski yang merupakan warga Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya itu sempat diamankan Polres Aceh Jaya karena merakit senjata api pada Rabu (10/2) lalu.

Kemudian pada Rabu (24/2) kemarin, Riski dibebaskan setelah hasil penyelidikan polisi membuktikan bahwa pemuda itu tidak terlibat dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Setelah kita lakukan penyelidikan mendalam baik dari tim intelijen maupun Reskrim Polres Aceh Jaya, Riski tidak terlibat maupun terkontaminasi dengan KKB,” kata Wakapolres Aceh Jaya Kompol Rizal Antoni.
 

Pewarta: Arif Hidayat

Editor : Khalis Surry


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021