Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Gayo Lues menyatakan kondisi lingkungan anak di Kabupaten tersebut masih sangat memperhatikan karena masih banyak yang belum paham terhadap hak-hak anak.

"Banyak pihak belum begitu paham tentang hak-hak anak dan ketika ada pertemuan anak juga jarang dilibatkan,"kata Kadis DP3AP2KB, Yunidar saat sosialisasi peningkatan gugus tugas Kabupaten/Kota layak anak (KLA), Selasa.
 
Ia menjelaskan untuk kasus kekerasan atau pelecehan anak dibawah umur di Kabupaten setempat tidak banyak, bisa terbilang jarang dan kasus yang paling menonjol ialah pernikahan anak di bawah umur.

"Setelah pandemi Covid-19 ini berlalu, kita akan mensosialisasi ke desa-desa bersama dinas terkait untuk menekan angka pernikahan dini nantinya,"kata Yunidar.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini dinas-dinas terkait nantinya untuk bekerjasama agar kasus , pelecehan seksual,  kekerasan terhadap rumah tangga dan pernikahan dini dapat diatasi nantinya. 

Asisten III Setdakab Kabupaten Gayo Lues, Bambang Waluyo mengatakan kegiatan sosialisasi kabupaten layak anak (KLA) tersebut sangat strategis karena menyangkut dengan masa depan anak.

"Anak merupakan anugerah dari Allah SWT, dan juga merupakan penerus bangsa. Jadi kita harus memastikan hak-haknya dengan baik,"katanya.

Ia juga berharap, SKPK terkait untuk melakukan rapat mendalam serta melakukan evaluasi agar program tersebut berjalan dengan lancar.

"Koordinasi serta pemahaman terhadap program tersebut sangat penting dilakukan agar tujuan dan harapan kita terhadap kegiatan ini nantinya tercapai,"katanya.
 

Pewarta: Zubaidah

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021