Keluarga korban gempa dan tsunami Aceh menggelar acara doa bersama di Lapangan Tugu Gampong, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, dalam memperingati 17 tahun bencana dahsyat tersebut.

Acara diinisiasi keluarga korban tsunami tersebut dihadiri warga Gampong Kopelma Darussalam dan sekitarnya, Sabtu.

Acara berlangsung khidmat diawali pembacaan surat yasin dipimpin oleh inisiator kegiatan Tgk Baharuddin AR. Kemudian dilanjutkan dengan samadiah dan tausiah disampaikan Tgk H Mizaj Iskandar Usman.

Lapangan Tugu Darussalam merupakan saksi bisu tragedi gempa dan tsunami Aceh 2004. Ribuan pengungsi bersama ratusan mayat bermalam di tempat tersebut.

Air bah tsunami berhenti persis di lapangan tugu Darussalam. Meski demikian, setiap malam para pengungsi tidak dapat tidur nyenyak karena gempa susulan dan isu (hoaks) tsunami naik lagi sering disebarkan. 

"Setiap masalah dan musibah telah ditentukan oleh Allah subhanahu wataala. Oleh karena itu, kita diwajibkan memiliki iman kepada qadha dan qadar," kata Tgk H Mizaj Iskandar Usman dalam tausiahnya.

Ia mengatakan kecewa, sedih sesaat boleh tapi jangan berlarut-larut. Kecewa berlebihan dapat merusak iman dan akidah seorang muslim. Apa pun ketetapan Allah SWT boleh jadi tidak ideal menurut kita tapi itu sudah ditakdirkan oleh Allah. 

"Maka, digambarkan dalam Al Quran, wali-wali Allah atau orang yang dekat dengan Allah adalah orang yang tidak ada kekhawatiran atas ketetapan-Nya," ungkap Tgk H Mizaj Iskandar Usman.

Tgk Baharuddin AR mengharapkan kegiatan tersebut dapat ditradisikan setiap tahunnya karena tragedi gempa-tsunami ini adalah tragedi bersejarah dan terjadi ditempat bersejarah.

"Lapangan Tugu Darussalam yang diresmikan Presiden RI Soekarno pada 2 September 1959 merupakan tempat bersejarah di Aceh," kata Tgk Baharuddin AR.
 

Pewarta: Muhammad HSA

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021