Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong petani kakao di daerah itu meningkatkan produksi dengan cara merawat dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola tanaman.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Lilis Indriansyah di Lhokseumawe, Senin, mengatakan pihaknya terus menyosialisasikan dan mengedukasi dengan memberikan penyuluhan kepada petani tentang budi daya dan pengolahan kakao. 

"Kakao merupakan merupakan komoditas unggulan di Aceh Utara dan memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas kakao dengan berbagai program pengembangan perkebunan," kata Lilis Indriansyah.

Lilis Indriansyah mengatakan  Kabupaten Aceh Utara memiliki luas lahan kakao mencapai 10 ribu hektare dengan produktivitas mencapai dua hingga tiga ton per bulan.

Menurut Lilis Indriansyah, untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao, pihaknya juga saat ini fokus mengembangkan teknik sambung samping pada tanaman tersebut.

"Dengan teknik sambung samping ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas buah dan produksinya, sehingga lebih produktif dan menguntungkan petani,

Saat ini, kata Lilis Indriansyah, harga biji coklat atau kakao nonfermentasi di Kabupaten Aceh Utara mencapai Rp25 ribu per kilogram. Sedangkan kakao fermentasi Rp40 ribu per kilogram.

"Harga kakao pada kisaran Rp25 ribu per kilogram masih relatif mahal dan menguntungkan para petani. Indonesia merupakan negara dengan produksi kakao nomor tiga terbanyak di dunia.

Di Aceh Utara, kata Lilis Indriansyah, banyak kebun kakao milik masyarakat yang dibiarkan begitu saja, sehingga menjadi hutan dan menyebabkan tanaman tersebut terserang hama.

Lilis Indriansyah mengatakan tanaman kakao memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan bantuan perawatan tanaman kepada petani kakao.

"Kami juga mengajak masyarakat di Aceh Utara tidak terfokus pada satu komoditas perkebunan saja, tetapi bisa mengembangkan perkebunan lain yang lebih berpotensi seperti tanaman kakao," kata Lilis Indriansyah.
 

Pewarta: Dedy Syahputra

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022