Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menyebut produksi padi triwulan I tahun 2023 di provinsi itu mencapai 362.355 ton gabah kering giling (GKG) dan pihaknya optimis Aceh bisa mencapai target produksi 1,7 juta ton gabah hingga akhir tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanbun Aceh Safrizal di Banda Aceh, Selasa, mengatakan data tersebut dihitung dari hasil produksi GKG Januari sebanyak 60.745 ton, Februari sebanyak 92.588 ton, dan Maret yaitu sebanyak 209.022 ton.

“Angka dari Januari - Maret ini sudah fix, sementara produksi pada April juga sudah dihitung cuma belum sepenuhnya, karena April ini masa puncak panen di Aceh,” kata Safrizal.

Baca juga: Program D'Komposer tingkatkan produksi padi petani di Aceh Utara

Untuk April 2023, lanjut dia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Aceh mencapai 233.396 ton, namun masih angka sementara. BPS Aceh masih terus menghitung karena potensi angka produksi di bulan itu dinilai masih tinggi mengingat masa puncak panen.

Safrizal menjelaskan secara umum di Aceh terbagi dua zona musim tanam, yakni musim tanam rendeng pada Oktober - Maret dan musim tanam gadu pada April - September.
 


Namun, kata dia, zona musim tanam tersebut tidak berpengaruh terhadap daerah-daerah di Aceh yang memiliki ketersediaan sumber air cukup sepanjang tahun sehingga bisa tanam padi tiga kali dalam setahun.

"Seperti Indrapuri Aceh Besar, ada irigasi, sumber air ada sepanjang tahun maka bisa tanam tiga kali setahun. Kemudian Trieng Gadeng Pidie Jaya, Pereulak Aceh Timur, Krueng Mane Aceh Utara dan beberapa daerah lain," ujarnya.

Karena itu, pihaknya optimis Aceh bisa mencapai target produksi padi hingga 1,7 juta ton pada 2023. Apabila hasil panen pada musim tanam rendeng belum maksimal, maka pihak berupa untuk memaksimalkan pada musim tanam gadu.

“Potensi (produksi) paling besar nanti akan ada lagi di September - Oktober panen gadu, yang bisa mendongkrak lagi. Kita berharap penanaman di periode ini maksimal sehingga panen juga maksimal,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya gelar tanam padi serentak, jaga ketahanan pangan

Di samping itu, kata dia, sangat diperlukan juga kerjasama dari lintas sektor dalam upaya meningkatkan produksi padi Aceh pada musim tanam gadu mendatang. Apalagi, saat ini Indonesia juga terancam dampak dari fenomena cuaca El Nino yang memicu kekeringan dan curah hujan kurang.

Sebab itu, dia berharap, instansi terkait seperti Dinas Pengairan Aceh juga mampu menjamin dan mengatur ketersediaan air bagi petani di Aceh. Tentunya dengan menyediakan sarana distribusi air seperti pompanisasi, sumur suntik dan sarana lainnya, sehingga hasil panen musim gadu bisa tercapai maksimal.

“Kami berharap petani bisa memaksimalkan penanaman dan dinas terkait juga ikut menyuplai air dengan baik bagi petani,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab minta petani tanam benih padi prioritas hadapi musim kemarau

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023