Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto meresmikan pabrik pupuk magnesium bersama Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Muzakkir Manaf di Gampong Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka. Fasilitas itu bisa memproduksi 3.000 ton pupuk per hari.

"Kita berharap dengan kehadiran pabrik pupuk magnesium tersebut mampu berkontribusi dalam membangkitkan ekonomi serta menyejahterakan masyarakat di wilayah sekitar dan Aceh Besar khususnya serta masyarakat Aceh umumnya," kata Iswanto disela peresmian pabrik pupuk magnesium dan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Besar, Kamis.

Ia menjelaskan dengan hadirnya pabrik pupuk magnesium tersebut bisa menampung puluhan pekerja dan meningkatkan kesejahteraan secara kolektif.

"Semoga dengan kehadiran pabrik pupuk magnesium ini bisa mengurangi angka pengangguran di Aceh Besar dan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat di Aceh Besar secara khusus," katanya.

Iswanto juga mengajak para pengusaha Aceh agar memberikan sumbangsih baik berupa penanaman modal, sehingga pengolahan dan produksi nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Ketua KPA Aceh Muzakkir Manaf juga berharap  dengan hadirnya pabrik pupuk magnesium bisa membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat, karena tidak perlu lagi mengangkut pupuk untuk di produksi di luar Aceh, melainkan kita bisa menjual hasil produksi dari daerah.

Ketua panitia dan juga Ketua KPA Aceh Besar Muchlis Basyah mengatakan lokasi pabrik pupuk magnesium merupakan tanah hibah dari  Azwir Basyah dan pabrik tersebut dibangun melalui dana aspirasi anggota DPRA dari partai Aceh di wilayah Daerah Pemilihan Satu (Dapil 1) dengan menyerap anggaran sebesar Rp19,5 miliar.

"Status hukum pabrik ini sudah legal  sesuai aturan hukum yang berlaku, hanya tinggal pengurusan Amdal dan pengurusan izin transportasi," katanya.

Ia menambahkan pabrik tersebut mampu menghasilkan 30 ton pupuk per jam dan dalam sehari bisa memproduksi sekitar 3.000 ton.

Mantan Bupati Aceh Besar  itu berharap para investor Aceh dapat membantu dirinya bersama jajaran KPA Aceh Besar untuk mengolah dan memproduksi hasil dari pabrik pupuk magnesium itu untuk diekspor keluar Aceh bahkan ke luar negeri.

Baca juga: Distanbun: Belum semua petani tebus pupuk subsidi secara digital

Pewarta: M Ifdhal

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023