Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Aceh melibatkan lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mempercepat penurunan stunting di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Ketua TPPS Provinsi Aceh Bustami di Banda Aceh, Selasa, mengatakan prevelensi stunting di provinsi berjuluk Bumi Serambi Mekah itu masih tinggi yakni 31,2 persen dan berada di urutan kelima di Indonesia.

"Sebab itu, dibutuhkan dukungan dan peran serta semua elemen masyarakat termasuk lintas agama yang tergabung dalam FKUB guna mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Aceh," kata Bustami.

Ia mengatakan tokoh lintas agama ikut berperan mempercepat penurunan stunting. Caranya dengan memberikan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan peri laku positif dalam kehidupan masyarakat melalui agama 

"Kami yakin peran lintas tokoh agama ini ikut berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting. Dan ini sejalan dengan komitmen mewujudkan generasi emas pada 2045," kata Bustami yang juga menjabat Sekretaris Daerah Aceh 

Ketua FKUB Aceh Hamid Zaen menyatakan pihaknya siap mendukung percepatan penurunan stunting. FKUB Aceh akan melibatkan para tokoh lintas agama untuk pesan-pesan tentang pencegahan stunting melalui dakwa dan ceramah agama hingga pelosok desa.

"Pemuka agama berperan sebagai agen sosial dalam mempercepat penurunan stunting melalui kegiatan keagamaan serta penyebaran informasi dan edukasi mengenai pencegahan stunting yang dapat menghambat kecerdasan serta pertumbuhan anak," kata Hamid Zaen.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Aceh Safrina Salim mengatakan percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk tokok lintas agama.

"Aceh perlu gerak cepat, mengingat target penurunan stunting pada posisi 14 persen pada 2024. Karena itu, kami berharap dukungan tokoh agama mengedukasi masyarakat bagaimana mencegahnya stunting melalui dakwah dan ceramah agama," katanya.

Safrina Salim mengatakan dari 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh, ada dua kabupaten yang mengalami penurunan angka stunting pada 2023, yakni Kabupaten Aceh Jaya dari 33,7 persen menjadi 19,9 persen. Serta Kabupaten Pidie dari 39,3 persen menjadi 27,8 persen.

"Banyak faktor penyebab stunting ini, sehingga dibutuhkan koordinasi dan sinergi lintas sektoral. Termasuk komitmen para pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024," kata Safrina Salim.

Baca juga: Prevalensi stunting di Nagan Raya turun menjadi 28,8 persen

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023