Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue mengembangkan budi daya rumput laut di perairan kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh tersebut.
Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah, di Simeulue, Rabu, mengatakan pengembangan budi daya rumput laut tersebut masih tahap uji coba guna mengetahui bagaimana kualitas rumput laut dihasilkan.
"Pengembangan budi daya rumput laut masih tahap uji coba guna mengetahui kualitas rumput laut. Jika kualitasnya bagus, maka akan dikembangkan lebih lanjut," katanya.
Selama ini, kata Supriman Juliansyah, pihaknya belum mengetahui kualitas rumput laut yang dihasilkan masyarakat di Kabupaten Simeulue. Jika kualitasnya bagus, akan dikembangkan menjadi andalan kabupaten tersebut.
Menurut dia, lokasi program budi daya rumput laut tersebut di perairan Desa Labuhan Bajau, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Perairan tersebut dinilai layak untuk pengembangan budi daya rumput laut.
Uji coba pengembangan budi daya rumput laut dengan menggunakan media rakit terbuat dari bambu serta menggunakan jaring sebagai pelindung gangguan predator seperti penyu dan ikan.
"Target masa panen pada uji coba ini antara 30 hingga 60 hari. Kami juga melihat pengaruh umur panen terhadap kualitas produksi. Hasil panen nanti akan dilakukan uji kualitas," katanya.
Supriman Juliansyah mengharapkan lokasi percontohan ini berhasil dan budi daya rumput laut dikembangkan dengan skala besar di Perairan Simeulue. Apalagi sudah ada yang berminat menampung rumput laut dari Pulau Simeulue.
Ia mengatakan pengembangan budi daya rumput laut tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Pulau Simeulue yang memiliki perairan jernih, namun belum di optimalkan.
"Potensi laut Simeulue ini sangat besar untuk dilakukan pengembangan budidaya rumput laut. Karena inilah kita rintis pengembangan rumput laut," kata Supriman Supriman Juliansyah.
Rudi Ismuhardi, pelaksana uji coba budidaya rumput laut, mengatakan dirinya mendukung program DKP Kabupaten Simeulue tersebut. Sebab, perairan Pulau Simeulue memiliki potensi besar pengembangan rumput laut.
Selama ini, kata dia, masyarakat di Kabupaten Simeulue kurang meminati budi daya rumput laut karena terkendala dengan pemasaran. Selain pemasaran, kendala lainnya adalah hama seperti ikan dan penyu yang memakan rumput laut saat masa panen tiba.
"Apabila budi daya rumput laut ini berkembang dan pasarnya sudah jelas. Saya yakin akan banyak masyarakat yang ingin membudidayakan rumput laut," kata Rudi Ismuhardi.
Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.
Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 96 ribuan jiwa.
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026