PT Pembangunan Aceh (PEMA) bersiap melakukan ekspor tahap kedua kopi arabika Gayo ke Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026. Pengiriman direncanakan mencapai 40 ton sesuai permintaan pembeli.
"Keberlanjutan ekspor ini bukan semata soal peningkatan volume, tetapi lebih pada menjaga konsistensi kualitas, reputasi, dan akses pasar jangka panjang," kata Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, di Banda Aceh, Kamis.
Sebagai informasi, pada pertengahan April 2026, PT PEMA melalui anak usahanya Sumatera Noble Coffee KSO telah mengekspor perdana 19 ton kopi arabika Gayo, Aceh jenis triple pick ke Amerika Serikat, dan kini kembali mendapat permintaan dengan jumlah lebih banyak.
Baca juga: PEMA ekspor perdana 19 ton kopi Gayo ke Amerika Serikat
Mawardi mengatakan, langkah strategis ini untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan pangsa pasar komoditas unggulan Aceh ke tingkat global. Pengiriman lanjutan juga menunjukkan posisi perusahaan yang mulai diperhitungkan dalam industri kopi internasional.
"Capaian ini merupakan bagian dari proses transformasi organisasi perusahaan," ujar Mawardi.
Sementara itu, Direktur Komersial PT PEMA, Faisal Ilyas menjelaskan bahwa ekspansi ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi Aceh, mulai dari petani hingga sektor logistik.
Ekspor ini, lanjut dia, selain untuk mendongkrak devisa dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut dia, strategi ini juga semakin memperkuat identitas kopi Gayo sebagai produk premium di pasar internasional.
"Yang kita bangun bukan sekadar transaksi perdagangan, melainkan sebuah ekosistem ekonomi yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi Aceh," kata Faisal.
Disisi lain, Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal, menilai penguatan ekosistem dari hulu ke hilir bakal meningkatkan kapasitas produksi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, diharapkan Aceh menjadi salah satu pusat kopi specialty dunia.
Untuk menjamin kepercayaan pasar global, PT PEMA memastikan seluruh rantai pasok telah memenuhi standar kontrol kualitas (quality control) yang ketat serta prinsip keberlanjutan sebelum diberangkatkan.
“Kami melihat ini potensi besar untuk mengangkat seluruh rantai ekonomi masyarakat, mulai dari petani di tingkat hulu hingga pelaku industri dan eksportir di hilir," demikian Naufal.
Baca juga: KPPP Banda Aceh hadirkan layanan pajak di warung kopi
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026