Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk pengelolaan keuangan warga binaan pemasyarakatan secara transparan dan akuntabel.
Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh Hari Kurniawan di Aceh Besar, Rabu, mengatakan kerja sama dengan perbankan tersebut upaya guna meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
"Kerja sama dengan perbankan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian," katanya
Sebagai langkah awal, kata dia, Rutan Banda Aceh melaksanakan pembuatan dan penyerahan buku tabungan premi kepada warga binaa yang mengikuti program pembinaan kemandirian, khususnya pada kegiatan ketahanan pangan dan perkebunan.
Hari Kurniawan menyebutkan premi hasil kerja warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program ketahanan pangan disimpan melalui rekening tabungan, sehingga lebih aman, tertib, dan mudah dikelola.
"Melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan hasil dari kerja mereka, tetapi juga belajar mengelola keuangan secara baik dan bertanggung jawab sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," katanya
Ke depan, kata dia, kerja sama antara Rutan Banda Aceh dan BSI dikembangkan melalui penerapan sistem transaksi nontunai di lingkungan rutan.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir peredaran uang tunai, meningkatkan keamanan, serta mewujudkan tata kelola keuangan warga binaan yang lebih modern, transparan, dan profesional, kata Hari Kurniawan.
"Melalui inovasi ini, Rutan Banda Aceh berkomitmen menghadirkan pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga membangun literasi dan kemandirian finansial warga binaan sebagai bekal kehidupan lebih baik setelah bebas nanti," kata Hari Kurniawan.
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026