Meskipun telah ditanda dengan nama dan kode provinsi dan kabupaten, namun mayoritas jamaah calon haji  memberikan tanda khusus di bagian depan dan belakang koper miliknya di Kabupaten Aceh Timur, agar tidak tertukar dengan jamaah dari kabupaten/kota lainnya di Aceh.

"Agar koper tidak tertukar, maka kami tambahkan tanda khusus," kata salah seorang calon haji di sela-sela mengembalikan koper di Kantor Kemenag Aceh Timur di Idi, Minggu (21/7).

Sementara itu, Kepala Kankemenag Aceh Timur, H Arijal melalui Kasubbag TU, H Akli Zikrullah mengakui bahwa sebagian besar jamaah memberikan tanda khusus di bagian kopernya dengan alasan agar tidak tertukar dengan koper jamaah daerah lain.

Baca juga: Kloter pertama calhaj Aceh tiba di Jeddah

"Selain tandai dan nomor yang kita berikan, sebagian besar jamaah ketika memulangkan koper tampak telah memberikan tanda khusus seperti bendera merah putih dan tali warna khusus," sebut H Akli.

Ia mengatakan, menandai koper secara khusus oleh jamaah calon haji tidak dilarang.

Petugas di Kantor Kemenag Aceh Timur telah menandai koper berwarna orange milik jamaah calon haji dengan identitas, nomor seat, kode provinsi dan kode kabupaten.

Baca juga: Butuh waktu 26 tahun berhaji dari Aceh

"Namun sebagian jamaah ketika mengembalikan kopernya terlihat tanda khsusus, bahkan sebagian memberikan aksesoris seperti bendera dan sendok plastik," sebut H Akli.

Ia mengaku, 191 calon haji asal Aceh Timur akan bergabung dalam Kloter 2 bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh.

"Sesuai jadwal, jamaah kita dalam Kloter 2 Embarkasi Aceh diterima di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (23/7) pukul 21.00 WIB," ujar H Akli.

Baca juga: Garuda: JCH Aceh dapat menu Ayam Tangkap dan Keumamah

Sedangkan diberangkatkan dari Tanah Air ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Rabu (24/7) pukul 23.10 WIB.

"Kami berharap jamaah tetap menjaga pola makan dan hindari makanan pedas yang menginap penyakit lambung atau maag, sehingga tidak terganggu sejak pemberangkatan hingga kepulangan nanti," sebut H. Akli.

Di sisi lain, dia juga mengharapkan jamaah tidak membawa koper dalam muatan yang berlebihan, karena dilarang pihak penerbangan.

Baca juga: Pemkot Sabang gratiskan biaya akomodasi untuk calon haji

"Sesampai di Asrama Haji nanti, isi koper tidak boleh lebih dari 30 kilogram. Jika lebih, maka petugas bandara akan mengeluarkannya isi koper," sebutnya.

H Akli juga mengingatkan jamaah tidak membawa barang-barang terlarang seperti senjata tajam dan bahan terlarang lainnya.
"Gunting untuk mencukur boleh dibawa ke Arab Saudi, tapi dimasukkan ke dalam koper," demikian H Akli Zikrullah didampingi Kasi PHU, Adnan Umar.

Pewarta: Hayaturrahmah

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019