"Kami mengharapkan Pemerintah Aceh melanjutkan program penguatan perdamaian ini karena telah memberikan hasil," kata perwakilan Bank Dunia Safriza Sofyan di Banda Aceh, Kamis.
Terhitung Kamis (17/4), Bank Dunia secara resmi mengakhiri program "Consolidating Peaceful Development in Aceh" (CPDA) atau Konsolidasi Pembangunan Damai di Aceh.
CPDA merupakan program multidonor yang dibentuk Bank Dunia dan didanai Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Australian AID/DFAF. Total dana program yang dilakukan sejak Januari 2010 ini mencapai 7,5 juta dolar Amerika Serikat.
Safriza Sofyan mengatakan Bank Dunia merasa senang dengan kemajuan diraih Aceh saat ini. Aceh kini telah berada dalam suasana damai dengan ekonomi yang sedang berkembang.
Aceh sebelumnya mengalami fase konflik selama 30 tahun dan diakhiri dengan kesepakan damai 15 Agustus 2005. Selain itu, Aceh juga mengalami kehancuran akibat bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004.
Sudah hampir sepuluh tahun sejak tsunami dan penandatanganan kesepakatan damai atau MoU Helsinki, Aceh telah berubah. Aceh dianggap masyarakat Internasional sebagai kisah sukses dan model bagi negara-negara lain yang menderita bencana alam dan konflik, kata dia.
"Tentu saja, keberhasilan Aceh adalah usaha dari Pemerintah Indonesia, Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya. Kita harus bangga dengan ini," kata Safriza Sofyan.
Sementara itu, Social Development Specialist Bank Dunia Adrian Morel mengatakan, program CPDA mempunyai tujuan utama memperkuat kelembagaan nasional dan lokal untuk mendukung konsolidasi perdamaian dan pembangunan di Aceh.
"CPDA didasarkan pada prinsip bahwa memutuskan siklus kekerasan di wilayah konflik membutuhkan dibangunnya kelembagaan yang kokoh dan memiliki legitimasi," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Program CPDA Muslahuddin Daud mengatakan banyak pembelajaran yang dapat diambil oleh Pemerintah Aceh dalam program yang telah dijalankan tersebut.
"Kami berharap Pemerintah Aceh dapat melanjutkan program itu secara maksimal dengan lebih baik lagi. Apalagi kebijakan penguatan perdamaian sudah tertuang dalam rencana pembangunan, baik jangka pendek maupun menengah," kata Muslahuddin Daud.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.