Upacara peringatan yang dipusatkan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Senin dipimpin oleh Inspektur Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
Upacara dengan peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, dan kalangan pemuda, turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh.
Ikrar deklarasi damai dibacakan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud didampingi unsur pimpinan daerah yang dibacakan di atas sebuah panser TNI. Deklarasi diakhiri pelepasan merpati dan penandatanganan ikrar.
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan deklarasi ini untuk memperkuat perdamaian Aceh yang sudah berlangsung 14 tahun. Perdamaian Aceh ditandatangani 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.
"Dengan semakin kuatnya perdamaian, maka program pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Kita semua sepakat, tidak pembangunan yang sukses tanpa perdamaian," kata Nova Iriansyah.
Plt Gubernur mengatakan peran ulama, masyarakat, dan pemuda sangat dibutuhkan untuk memperkuat perdamaian Aceh. Terlebih, pemuda, perannya untuk perdamaian Aceh harus dominan.
"Pemuda merupakan pelopor di masyarakat. Dalam sejarah di semua negara, pemuda berperan besar dalam mengubah perjuangan. Jadi, tidak salah kalau suara pemuda merupakan suara rakyat," katanya.
Upacara dirangkai tablig dengan tausiah yang disampaikan Ustad Ahmad Alhabsyi, drama kolosal yang mengisahkan perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.