"Kita tidak perlu membuat bank baru seperti Bank Aceh Syariat, tetapi bagaimana kita menjadikan Bank Aceh menjadi bank syariat," kata Mairul Hazami di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan tersebut dikemukakan Mairul Hazami dalam rapat dengan pendapat umum atau RDPU rancangan qanun (raqan) tentang pembentukan Bank Aceh Syariat yang digelar Komisi C DPR Aceh.
Menurut dia, jika membentuk bank baru yang diberikan nama Bank Aceh Syariah, sama saja memberi opsi kepada masyarakat untuk tetap bertransaksi dengan bank konvensional yang selalu dikaitkan dengan riba.
"Jangan ada lagi opsi dengan membentuk Bank Aceh Syariat. Tapi, jadikan saja Bank Aceh yang konvensional ini menjadi bank syariat. Jadi, kita tidak perlu lagi membuat bank baru," kata dia.
Mairul Hazami menegaskan, membuat semua bank konvensional menjadi perbankan syariat harus dilakukan. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan syariat Islam di Provinsi Aceh.
"Tujuan mensyariatkan perbankan ini adalah untuk membuat perekonomian masyarakat menjadi halal. Karena itu, Bank Aceh yang merupakan bank milik pemerintah daerah di Aceh perlu disyariatkan," kata Mairul Hazami.
Lukman Nur Hakim, dari unsur Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), mengharapkan segera terbentuk perbankan yang jauh dari unsur riba di Provinsi Aceh. Artinya, perbankan ini dilaksanakan berdasarkan landasan Islam.
"Pembentukan bank syariat ini jangan sekadar nama, teori dan praktiknya di lapangan berbeda. Perbankan syariat ini nantinya harus dijalankan sesuai ajaran Islam," ungkap Lukman Nur Hakim.
Sementara, Tgk Abdul Gani, ulama Aceh Barat, mengharapkan keberadaan Bank Aceh Syariah nantinya tidak semata hanya namanya saja. Padahal, praktiknya tidak jauh dengan perbankan konvensional.
"Ini jangan terjadi. Kalau memang mendirikan bank syariah, maka operasionalnya harus benar-benar berdasarkan syariah Islam, bukan perbankan konvensional yang membungakan uang," kata dia.
Lain halnya dengan Aditya Ananda, akademisi Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) Tgk Dirundeng, Aceh Barat. Menurut dia, pembentukan Bank Aceh Syariat ini akan mengarahkan perekonomian masyarakat Aceh berdasarkan syariat Islam.
"Pembentukan bank ini merupakan langkah tepat untuk mengarahkan masyarakat Aceh yang selama ini bertransaksi dengan bank konvensional kepada perbankan berbasis syariat Islam," kata Aditya Ananda.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.