Banda Aceh 13/9 (Antaraaceh) -  Potensi besar dari anak muda Aceh di industri film terbukti dengan penyelenggaraan workshop film-film, dan kompetisi semakin diminati para sineas muda Aceh. Bahkan belakangan ini banyak lahir sineas muda Aceh yang berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional

Maka dari itu dari segenap potensi yang dimiliki, sudah saatnya Aceh harus menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan industri film nasional dan internasional. Melalui media festival film sebagai ruang apresiasi, mampu menjadikan ajang pembuktian dan pembelajaran bagi semua sineas penggiat film.

Aceh Documentary (ADoc) salah satu dari sekilah kelompok yang fokus pada kajian, perkembangan film dokumenter di Aceh. Program Unggulan adalah Aceh Documentary Competition (ADC), sebuah kompetisi regional film dokumenter tahunan, yang bertujuan mencetak sineas-sineas muda Aceh. ADC dilaksanakan perdana pada tahun 2013.
Sampai dengan tahun ini, ADoc  telah melahirkan 10 (sepuluh) karya film dokumenter pendek yang menceritakan tentang kekuatan Aceh dari sisi budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Seiring perjalanan Adoc berkomitmen akan terus memajukan perfilman Aceh, khususnya Film Dokumenter agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional

Dengan ruang apresiasi, pembelajaran dan silaturahim kebudayaan lintas generasi, yang menggunakan medium film sebagai jembatannya di Aceh penting untuk difasilitasi. Artikulasi kegiatan ini terwujud dalam kerja-kerja pemutaran film, kompetisi film, temu komunitas dan bentuk lainnya.
Oleh karena itu Festival Aceh Documentary disingkat Fest Doc sebagai bagian dari bentuk apresiasi bagi para penggiat industri film lokal di gelar selama 15 Hari dimulai 16 September 2014 berakhir hingga 30 September 2014

Fest Doc didukung Badan Perfilman Indonesia, dan Kemendikbud dilaksanakan di 4 Kota Besar Aceh; Banda Aceh (16/9) Pemutaran di Auditorium RRI Banda Aceh Bireun, Coaching Clinic (17/9) di Aula BPNB Kp. Mulia Banda Aceh, Sigli (20-21/9), Takengon (23/9) Bireun (27/9).

Fest Doc juga akan menjadi event yang mampu menjadikan film sebagai bagian dari pembelajaran alternatif, kritis dan peduli pada gerak semesta dan segenap kebudayaannya. Ragam karya visual akan tampil sebagai parade kreativitas komunitas, penikmat film dengan segala keunikannya.


Program bertujuan :
Mengedukasi calon pembuat film agar dapat menghasilkan karya film dokumenter yang positif serta edukatif.
Mengapresiasi karya-karya film dari sineas Aceh.
Memotivasi sineas muda aceh untuk terus berkarya.

Program dibagi kedalam dua jenis, yang akan diselenggarakan di setiap venue, yakni:

1.    Program pemutaran dan diskusi:
Dalam program ini, akan diputar karya-karya film dengan muatan edukasi. Akan diputar 8 film dokumenter pendek. Setelah pemutaran akan langsung dilakukan diskusi dengan pembuat film.

2.    Program Klinik Film
Program ini adalah kelas khusus film dokumenter sejenis workhop, diikuti oleh 30 peserta yang terseleksi disetiap venue.  Setiap peserta diminta untuk menyiapkan ide untuk dibedah bersama pemateri, guna diberi saran dan masukkan.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026