Redelong 21/10 (Antaraaceh) - Dalam sepekan terakhir harga cabai hijau di tingkat petani di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, turun drastis yakni dari Rp18 ribu menjadi Rp6.000/Kg, karena produksi melimpah, sementara permintaan stabil.
Subhan, salah seorang petani cabai di Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, Selasa mengatakan, para petani di daerah ini hanya pasrah menghadapi panen kali ini, karena harga ditentukan pedagang pengumpul.
"Turunnya harga cabai hijau tersebut di seluruh Kabupaten Bener Meriah, kami sebagai petani pasrah saja apabila harga turun," sebut Subhan.
Sementara itu, salah seorang pengumpul atau toke cabai, Sarwani menyebutkan, harga cabai hijau turun karena saat ini musim hujan di Dataran Tinggi Gayo, khususnya Bener Meriah sehingga cabai mudah busuk.
Cabai hijau di musim hujan ini basah dan lembah sehingga saat sampai ke Medan Sumatra Utara sebagian cabai sudah busuk sehingga harga turun, kata Sarwani.
Sedangkan cabai rawit harganya masih bertahan Rp15 ribu/Kg dan tidak mudah busuk sehingga harganya masih bertahan, ungkap Sarwani.
Mayoritas cabai dari Kabupaten Bener Meriah dikirim ke Medan sehingga pasaran harga masih mengikuti repas dari Medan. ada juga sebagian pengumpul cabai yang mengirim ke Banda Aceh, Lhokseumawe, Bireuun, pungkas Sarwani.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026