Banda Aceh (ANTARA) - Korem 011/Lilawangsa Aceh mengerahkan prajurit TNI dari Kodim 0102/Pidie dan Yon TP 857/GS ke Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu mengevakuasi warga di sejumlah desa yang kembali terendam banjir akibat hujan deras, Rabu malam (8/4).

"Personel TNI juga telah bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas, membersihkan material banjir, dan memantau debit air secara berkala guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan," kata Danrem Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis dini hari.

Sebagai informasi, sebanyak 13 desa di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya kembali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 centimeter.

Baca juga: 151 keluarga penyintas bencana di Pidie Jaya direlokasi ke huntara

Banjir mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB, akibat tingginya intensitas hujan, hingga membuat debit air sungai meluap. Selain merendam rumah warga banjir juga menggenangi jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh.

"Jalan lintas Medan-Banda Aceh di lokasi tersebut belum bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. Namun, truk dan mobil besar masih dapat melintas," ujar Danrem Ali Imran.

Adapun desa yang kembali dilanda banjir tersebut, di Kecamatan Meurah Dua yaitu Desa Pante Beurne (70 cm), Dayah Husen (50 cm), Meunasah Mancang (50 cm), Meunasah Raya (70 cm), Meunasah Bie (50 cm), Beuringin (60 cm), dan Geunteng (60 cm).

Kemudian di Kecamatan Meureudu, yakni Desa Meunasah Lhok (70 cm), Beurawang (60 cm), Mayang Cut (50 cm), Meunasah Krueng (70 cm), Manyang Lancok (50 cm), dan Masjid Tuha (40 cm).

Sementara itu, Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mencari tempat yang lebih aman jika debit air terus meningkat. Meski tidak ada korban jiwa, tim gabungan TNI-Polri dan SAR tetap disiagakan di titik-titik rawan.

Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan, banjir ini dipicu oleh pendangkalan sungai (sedimen lumpur) pascabanjir bandang sebelumnya, sehingga Krueng Meureudu tidak mampu menampung volume air hujan dari pegunungan.

"Pemerintah perlu segera melakukan normalisasi sungai, menutup aliran sungai baru, serta membersihkan saluran air dan sisa lumpur di area pemukiman," tegas Letkol Inf Abdul Hadi.

Meski banjir mulai surut, tetapi para petugas di lapangan masih terus bersiaga mengantisipasi naiknya air jika sewaktu-waktu hujan turun lagi.



Baca juga: Kemendikdasmen tuntaskan revitalisasi 30 unit sekolah di Pidie Jaya



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026