Banda Aceh, 10/11 (Antaraaceh) - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh membekali kalangan pengusaha makanan dan minuman dengan sertifikasi jaminan halal sehingga produk-produk yang mereka hasilkan terjamin kehalalannya.
"Mayoritas penduduk Aceh beragama Islam. Karena itu, produk makanan dan minuman yang dipasarkan di daerah ini harus benar-benar terjamin kehalalannya," kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Muslim Ibrahim di Banda Aceh, Senin.
MPU Aceh, kata dia, memandang selama ini perhatian terhadap isu-isu produk haram meresahkan masyarakat. Apalagi, masyarakat tidak dapat membedakan produk halal dengan tidak halal.
Menurut Tgk H Muslim Ibrahim, ajaran Islam mengajarkan umat untuk selalu menggunakan sesuatu yang baik dan halal. Kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat berpengaruh pada kualitas ibadah yang dilaksanakan.
"Bila memakan atau meminum yang haram, maka Allah SWT menolak ibadah kita. Karena itu, sebagai muslim diwajibkan untuk tetap mengonsumsi makanan dan minuman yang halal," ungkap dia.
Sebagai pelaku usaha ataupun produsen makanan dan minuman, sebut Tgk H Muslim Ibrahim, tentu bertanggung jawab atas ibadah para konsumen. Jika produk yang mereka konsumsi haram, maka ibadahnya ditolak. Begitu juga sebaliknya.
"Saat ini, banyak makanan dan minuman belum terjamin kehalalannya. Dan ini tentu meresahkan masyarakat. Apalagi masyarakat sekarang semakin kritis terhadap sesuatu yang bertentangan," kata Tgk H Muslim Ibrahim.
Tgk H Muslim Ibrahim mengharapkan dengan pembekalan sertifikasi jaminan halal bisa meningkatkan kesadaran dan komitmen kalangan pelaku usaha dan produsen makanan maupun minuman untuk selalu menjaga kehalalan produk yang mereka jual maupun buat.
"Pembekalan ini sebagai wujud kontribusi ulama dalam menjawab persoalan yang terjadi, khususnya tentang produk halal dan haram," kata Tgk H Muslim Ibrahim.
Sementara itu, Kepala Sekretariat MPU Aceh Saifuddin mengatakan pembekalan diikuti 60 pelaku usaha serta instansi terkait di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
"Tujuan pembekalan ini untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kehalalan produk yang mereka produksi dan mereka pasarkan," kata Saifuddin.
Pewarta : M Haris SA


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026