Kepala BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sufli di Tapaktuan, Selasa menyatakan, pascabanjir, Pemkab setempat harus memperbaiki fasilitas dan infrastruktur perhubungan agar transportasi dan mobilitas penduduk tetap lancar.
Disebutkan, tidak kurang tujuh unit jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur harus segra ditangani agar arus transportasi kembali normal.
Menurut dia, beberapa unit jembatan yang hancur akibat diterjang banjir selain di Kluet Tengah dan Kluet Timur juga terdapat di Kecamatan Trumon, sekitar 90-an km sebelah timur Tapaktuan yang meliputi jembatan di Gampong (desa) Titi Poben dan Panton Bili.
Sedangkan di Kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur terdapat di Gampong Siurei-Urei dan Gampong Alur Mas serta di Gampong Lawebulohdidi. Selain jembatan tersebut, kerusakan infrastruktur lainnya berupa saluran irigasi desa, tanggul dan juga fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah.
Kerusakan tanggul dan penanganan erosi sungai terjadi di Gampong Koto Indarung dan Siurei-Urei sepanjang lebih kurang 2,5 km, juga di Kecamatan Meukek, Samadua dan Kotabahagia, Labuhan Haji dan Sawang. "Tidak kurang Rp38 miliar harus disiapkan untuk perbaikan infrastruktur tersebut," kata Sufli.
Menurutnya, karena kemampuan Pemkab Aceh Selatan sangat terbatas, maka untuk penanganan kerusakan itu diajukan ke pusat dalam bentuk bantuan habis pakai.
"Alhamdulillah, usulan itu mendapat tanggapan positif dari pusat," katanya seraya menyebut akan segera dibangunnya infrastruktur yang rusak tersebut.
Sementara itu, kerugian penduduk yang terkena dampak dari peristiwa alam itu baik berupa tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perumahan serta harta benda warga mencapai Rp17 miliar.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.