Tapaktuan, 11/12 (Antaraaceh) - Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten/kota berjanji akan terus mendorong lahirnya program penguatan pertanian pala di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan yang merupakan sentra komoditas tersebut.
"Target kita ke depannya adalah akan meningkatkan kualitas pertanian pala di Aceh sekaligus mendorong terbukanya pasar yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan pala dunia yang saat ini adalah 30 ribu ton per tahun dan terus meningkat," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Tapaktuan, Kamis.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris daerah Kabupaten Aceh Selatan H Harmaini saat membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Forum Pala Aceh (Forpala), Gubernur berjanji akan terus melahirkan program-program baru terkait penguatan pengembangan pertanian pala di Aceh disamping juga terus menjalin kerjasama dengan lembaga non pemerintah seperti Forum Pala Aceh serta USAID IFACS.
Gubernur menilai, kehadiran organisasi Forpala sangat penting untuk memperkuat komunitas petani pala di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Selatan yang merupakan daerah sentranya.
Sementara itu, Ketua Forpala Dr Mustafril ST MSi melaporkan, program kegiatan Forpala tahun 2014 antara lain telah melaksanakan pelatihan pembuatan bibit pala sambutan (sambung pala hutan) di 11 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dengan total peserta mencapai 618 orang.
Di samping itu, sambungnya, Forpala juga telah melakukan pembinaan serta pengembangan tempat pembibitan pala sambutan di 11 Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan yang merupakan sentra produksi pala di Aceh.
"Kami juga telah membangun satu lokasi sekolah lapang dan riset budidaya pala di Desa Jambo Apha, Kecamatan Tapaktuan," sebut Mustafril.
Program kegiatan tersebut, kata Mustafril, mendapat donasi anggaran secara penuh dari USAID IFACs.
Lebih lanjut dia mengatakan, Forpala juga telah menetapkan beberapa rencana program yang segera akan direalisasikan ke depannya, antara lain melanjutkan program pengembangan produksi bibit pala sambutan, penyuluhan konservasi tanah dan air pada  budidaya pala dengan teknologi pembuatan saluran buntu (rorak) dan biopori.
Melanjutkan uji observasi bibit pala sambutan minimal tiga wilayah agroklimat, penyusunan dan pengajuan dokumen indikasi geografis (IG) pala Aceh, mendukung diversifikasi produk olahan berbasis pala dengan dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Gerakan Massal (GERMAS) Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pala.
Rencana pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk tanam pala serentak 50.000 batang dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Selatan ke-70 pada tanggal 28 Desember 2015 yang diberi tema "7 Greenin FORPALA".
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi B DPRK Aceh Selatan, Zamzami ST, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan komoditi pala di Aceh Selatan dengan berjanji akan menganggarkan anggaran sebesar Rp15 miliar sumber APBK tahun 2015.
Dalam rangkaian acara RAT tersebut, pihak Forpala juga mempertandingkan tiga perlombaaan yaitu lomba menyambung pala “sambutan” yang dimenangkan oleh peserta dari Kecamatan Bakongan Timur, lomba karya tulis dengan tema “Lestari Palaku, Lestari Bumiku” yang dimenangkan Dinda Maisuri, Siswi SMA Unggul Tapaktuan, dan lomba lokasi pembibitan pala terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Bakongan Timur.


Editor : Antara Aceh

COPYRIGHT © ANTARA 2026