Aceh Timur (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Timur menyatakan pasien yang terpapar COVID-19 di daerah itu bertambah setelah perayaan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 masehi. 
 
“Pasien positif COVID-19 hingga saat ini 177 kasus. Sedangkan sedang dirawat dan menjalani isolasi ada 16 orang,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Timur Edy Gunawan di Idi, Rabu.

Edy Gunawan menyebutkan, 16 warga yang terpapar saat ini antara lain delapan warga sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, lima menjalani perawatan di RSUD Zubir Makmud Aceh Timur.

"Kemudian, seorang dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dan dua lainnya di rawat di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe. Jadi, delapan dirawat dan delapan menjalani isolasi mandiri," kata Edi Gunawan.

Untuk positif COVID-19 yang sembuh atau selesai pemantauan, kata Edy, sebanyak 161 kasus dengan rincian 151 selesai pemantauan dan 10 kasus meninggal dunia. 

Menurut Edy Gunawan melonjaknya kasus COVID-19 di Aceh Timur akibat kelalaian masyarakat. Untuk itu, masyarakat diingatkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kami berharap masyarakat serta aparat desa saling mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker, menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan," kata Edy Gunawan.
 
Sementara itu, tim gabungan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Timur melakukan tes usap antigen kepada guru dan staf di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Seunebok Bace, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Kepala Bagian Operasional Polres Aceh Timur AKP Salmidin mengatakan tes usap antigen tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 usai libur perayaan Idul Fitri.

"Kemarin sudah kami lakukan tes usap antigen di wilayah Peureulak dan hari ini juga kami lakukan di Idi. Para peserta yang telah menjalani tes usap antigen, hasilnya semua negatif," demikian AKP Salmidin.
 

Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026