Banda Aceh,15/1 (Antaraaceh) - Hamparan tanaman jagung berjejer pada sebidang tanah yang berada di kawasan kaki bukit Gunung Seulawah atau tepatnya di Gampong Teladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.
Tanaman jagung siap panen yang ditanam beberapa bulan silam itu merupakan satu dari beberapa lokasi milik anggota kelompok tani (Gapoktan) Makmu Beusaree dan Jaya Utama yang dikembangkan melalui pembiayaan dari sebuah Bank Prekreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Aceh.
Agus Salim Ketua Gapoktan Makmue Beusaree, Gampong Teladan di Aceh Besar mengatakan keinginan memperoleh biaya perbankan itu merupakan kesepakatan dirinya bersama anggota lainnya agar bisa memanfaatkan potensi lahan pertanian yang terhampar luas di Gampong Teladan.
"Memang mencari pembiayaan untuk sektor pertanian dari perbankan bukanlah hal yang mudah dan mengembangkan komoditas pertanian dengan dana perbankan juga perlu tekad yang kuat," katanya
Beranjak dari tekad dan kesepakatan bersama, Agus salim bersama rekan-rekannya sepakat membuat kelompok tani dengan tujuan mengembangkan komoditas jagung dengan menggunakan pinjaman modal dari perbankan.
"Kelompok ini bukan tujuannya untuk memperoleh bantuan pemerintah tapi untuk kemanirian melalui pembiayaan perbankan," katanya.
Menurut dia, ada berbagai program hibah milik pemerintah terutama untuk sektor pertanian, namun mereka tidak mau menunggu dan terpaku dengan bantuan dari pemerintah.
"Kami tidak ingin bergantung dengan hibah, karena itu kami sepakat menggunakan dana bank agar semua anggota memiliki tanggungjawab kuat untuk mengembalikannya," katanya.
Agus Salim bersama dua puluhan anggota kelompok yang terdiri dari Gapoktan Makmu Beusare dan Jaya Utama yang dibantu Bank Mawah mengajukan permohonan kredit pada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Musataqim Sukamakmur.
Ia bersama rekan-rekan lainnya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan kredit pada BPR Mustaqim Sukamakmur dengan tujuan untuk pengembangan komoditas jagung dengan lokasi berada di Gampong Teladan, Kabupaten Aceh Besar.
"Alhamdulillah BPR Mustaqim Sukamakmur yang pimpin T Hanansyah memberikan kesempatan kepada kami untuk memperoleh pembiayaan pertanian komoditas jagung," katanya.
PD BPR Mustaqim Sukamakmur mengucurkan kredit pertanian untuk komoditas jagung kepada kedua kelompok tani di Gampong Teladan itu sebesar Rp32 juta Gapoktan Makmu Beusaree dan Rp48 juta kelompok Jaya Utama.
Ia menjelaskan kredit yang dikucurkan tersebut untuk pengembangan komoditas jagung seluas 30 hektare dengan sistem pengarapan tanah menggunakan sistem gotong royong bersama anggota kelompok.
Agus menyebutkan masing-masing anggota memiliki lahan komoditas jagung 1 sampai 2 hektare dengan jumlah produksi yang telah berhasil dipanen saat ini masih delapan ton dan jumlah tersebut akan terus bertambah sebab seluruh lahan jagung akan masuk masa panen.
Agus menjelaskan kredit sektor pertanian yang diberikan BPR Mustaqim Sukamakmur itu sangat membantu petani di Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar khususnya karena anggsuran baru dibayar petani setelah masa panen.
"Kami sangat terbantu dengan kredit yang dikucurkan ini dan kami berharap pembiayaan dari bank untuk sektor pertanian dapat ditingkatkan setiap tahun," katanya.
Agus mengatakan pihaknya juga telah menyerahkan setoran awal secara simbolis pada penen perdana jagung pipil di kawasan lahan pertanian Gampong Teladan yang juga turut hadir Dirut Utama PD BPR Mustaqim T Hanansyah dan perwakilan Pemerintah Aceh, Aceh Besar dan unsur muspika kecamatan setempat.
"Kami berterima kasih atas pembiayaan yang telah diberikan dan kedepan kami berharap bagi hasilnnya lebih murah lagi dari sebelumnya," katanya.
Agus Salim juga berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan daerah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di masa mendatang.
Pemkab Aceh Besar Siapkan Benih
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2015 akan menyiapkan benih jagung 2.000 hektare untuk lahan milik masyarakat guna meningkatkan produksi komoditas tersebut.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Besar Jufri mengatakan bantuan benih tersebut merupakan salah satu upaya membantu petani dalam meningkatkan produksi dan dapat mengembangkangkan tanaman jagung.
Ia menjelaskan program bantuan benih tersebut untuk petani tersebut bersumber dari Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), APBA dan dana yangbersumber dari pemerintah pusat yang terdiri dari 1.000 hektare APBD, 500 hektare dari APBA dan sisanya 500 hektare dari program pengelolaan tanaman terpadu.
"Kami berharap program bantuan benih untuk komoditas jagung ini juga dapat mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi dan mendukung ketahanan pangan nasional di masa mendatang," katanya.
Ia mengatakan petani tidak perlu khawatir akan pemasaran sebab ada sebuah perusahaan yang siap menampung jagung pipil milik petani asal kabupaten itu sebesar 100 ton per hari.
Jufri mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah menetapkan lima kecamatan andalan komoditi jagung yakni Saree, Lembah Seulawah, Indrapuri, Cot Glee dan Jantho.
BPR Mustaqim Berkomitmen Salurkan Kredit Pertanian
Direktur Utama BPR Mustaqim Sukamakmur Provinsi Aceh T Hanansyah menyatakan komitmennya untuk menyalurkan kredit sektor pertanian di daerah ujung paling barat Indonesia itu terutama untuk komoditas padi dan jagung.
"Kami akan terus berupaya membantu petani untuk meningkatkan produksi dan pendapatan melalui pembiayaan komoditas pertanian seperti padi dan jagung dengan skim pembayaran angsuran setelah panen" katanya.
Menurut dia, pembiayaan kredit dengan modal kepercayaan yang dijalankan bank milik Pemerintah Aceh dengan angsuran ilakukan setelah musim panen itu sangat efektif untuk membantu petani mengembangkan usahanya.
Hanansyah menyebutkan pihaknya telah menyalurkan Rp8 miliar untuk sektor pertanian dengan jumlah penerima manfaat 52 kelompok dengan anggota di dalamnya banyak kaum perempuan.
Selain sektor pertanian yang saat ini juga sudah berjalan untuk komoditas jagung, PD BPR Mustaqim juga memberikan prioritas bagi usaha mikro yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
"Mustaqim siap membantu pembiayaan modal kerja untuk kalangan usaha kecil di Aceh," katanya.
Ia mengatakan melalui kantor cabang yang hampir tersebar di 23 kabupaten/kota, BPR Mustaqim Sukamakmur terus berupaya menjadi mitra serta berkontribusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Aceh diberbagai sector terutama bidang pertanian yang memiliki potensi cukup besar.
Pihaknya berharap tekad yang dimiliki kedua Gapoktan itu dapat tertular ke kelompok tani lainnya dalam menghidupkan potensi pertanian di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu.
Pewarta: Oleh : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.