"Kualitas air masih di bawah rata-rata. Air terlihat keruh dan menguning. Tapi distribusi air lancar, kecuali sesekali saat perbaikan jaringan di kawasan Lhok Nibong," kata Hasanah, pelanggan PDAM Tirta Persada Idi Cut, Aceh Timur, Minggu.
Kendati begitu, Hasanah mengaku tidak terlalu kesulitan mendapatkan air bersih karena selama ini selama musim penghujan. Sebab, di saat air PDAM keruh, kebutuhan air mampu bisa diganti dengan air sumur.
"Jika musim kemarau, sumur ikut kering. Tapi, sekarang sedang musim hujan, sehingga air PDAM yang keruh bisa digantikan dengan air sumur," kata Hasanah.
Namun di saat sumur mengering, kata Hasanah, air PDAM yang keruh dan menguning terpaksa digunakan untuk mandi, mencuci, bersuci, dan bahkan untuk air minum.
Sebagai pelanggan, Hasanah berharap agar PDAM memperbaiki kualitas air yang disuplai ke pelanggan, tidak seperti sekarang, kondisinya keruh dan menguning.
"Seiring dengan naiknya tarif pelanggan air bersih rumah tangga, seharusnya kualitas air yang didistribusikan semakin baik dan bersih, sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan,” kata Hasanah.
Direktur PDAM Tirta Persada Aceh Timur Iskandar mengaku akan segera melakukan pengecekan penyebab turunnya kualitas air ke pelanggan di sejumlah kecamatan di kabupaten itu.
"Kami cek dulu ke lapangan, apa penyebab turunnya kualitas air bersih yang didistribusikan PDAM kepada pelanggan di Kabupaten Aceh Timur," kata Iskandar.
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026