Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh menurunkan tim memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas, kejuruan, dan sederajat, 13-17 April 2015.
"Kami akan menurunkan tim memantau pelaksanaan UN mulai besok. Pemantauan untuk melihat secara langsung bagaimana proses ujian berlangsung," kata Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid yang dihubungi di Banda Aceh, Senin.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kota Banda Aceh itu saat dihubungi mengatakan dirinya saat ini sedang memantau UN di Kabupaten Nagan Rayan, Provinsi Aceh.
Ramli mengatakan tidak di seluruh sekolah yang melaksanakan UN di Aceh yang dipantau. Pemantauan hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang dijadikan sampel.
"Anggota kami kan terbatas, jadi tidak semua sekolah yang bisa dipantau. Yang dipantau hanya sampelnya saja. Namun begitu, sampelnya ada di 23 kabupaten/kota," kata Ramli Rasyid.
Menurut dia, pemantauan dilakukan untuk melihat kelebihan dan kekurangan pelaksanaan UN. Hasil pemantauan akan menjadi bahan bagi PGRI untuk memperbaiki pelaksanaan ujian akhir nasional tersebut.
"Nantinya, hasil pemantauan ini akan kami serahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan ujian nasional di masa mendatang," kata Ramli Rasyid.
Ramli Rasyid menjelaskan hasil UN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana, hasil UN mulai tahun ini tidak mempengaruhi kelulusan. Kelulusan murni ditentukan masing-masing sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.
"Namun begitu, hasil ujian nasional ini sangat berpengaruh kepada seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kalau nilai UN rendah tentu ditolak masuk perguruan tinggi," kata Ramli Rasyid.
Ujian nasional di Aceh diikuti 72.789 peserta yang tersebar di 980 SMA, SMK, dan sederajat. Dari 72.789 peserta tersebut, 56.872 peserta di antaranya berasal dari SMA dan Madrasah Aliyah. Serta 11.971 peserta dari SMK, dan 3.891 peserta dari Paket C serta 55 peserta dari SMA Luar Biasa.
"Kami akan menurunkan tim memantau pelaksanaan UN mulai besok. Pemantauan untuk melihat secara langsung bagaimana proses ujian berlangsung," kata Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid yang dihubungi di Banda Aceh, Senin.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kota Banda Aceh itu saat dihubungi mengatakan dirinya saat ini sedang memantau UN di Kabupaten Nagan Rayan, Provinsi Aceh.
Ramli mengatakan tidak di seluruh sekolah yang melaksanakan UN di Aceh yang dipantau. Pemantauan hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang dijadikan sampel.
"Anggota kami kan terbatas, jadi tidak semua sekolah yang bisa dipantau. Yang dipantau hanya sampelnya saja. Namun begitu, sampelnya ada di 23 kabupaten/kota," kata Ramli Rasyid.
Menurut dia, pemantauan dilakukan untuk melihat kelebihan dan kekurangan pelaksanaan UN. Hasil pemantauan akan menjadi bahan bagi PGRI untuk memperbaiki pelaksanaan ujian akhir nasional tersebut.
"Nantinya, hasil pemantauan ini akan kami serahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan ujian nasional di masa mendatang," kata Ramli Rasyid.
Ramli Rasyid menjelaskan hasil UN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana, hasil UN mulai tahun ini tidak mempengaruhi kelulusan. Kelulusan murni ditentukan masing-masing sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.
"Namun begitu, hasil ujian nasional ini sangat berpengaruh kepada seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kalau nilai UN rendah tentu ditolak masuk perguruan tinggi," kata Ramli Rasyid.
Ujian nasional di Aceh diikuti 72.789 peserta yang tersebar di 980 SMA, SMK, dan sederajat. Dari 72.789 peserta tersebut, 56.872 peserta di antaranya berasal dari SMA dan Madrasah Aliyah. Serta 11.971 peserta dari SMK, dan 3.891 peserta dari Paket C serta 55 peserta dari SMA Luar Biasa.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026