Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah berharap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di provinsi itu menggunakan batu bara yang diproduksi di daerah tersebut guna meningkatkan pendapatan asli di daerah setempat.
"Saya berharap batu bara di Aceh dapat digunakan sebagai bahan bakar PLTU 3 dan 4 yang akan dibangun di provinsi ini dan ini juga dapat menghemat biaya," katanya di sela-sela meresmikan operasi terpadu tambang batu bara PT Mifa Bersaudara di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu.
Zaini menjelaskan sangat senang terhadap respon positif atas surat yang ditujukan kepada PLN, agar PLTU 1 dan 2 yang beroperasi di Nagan Raya agar dapat menggunakan batu bara lokal yang di produksi di daerah itu.
"Penggunaan batu bara yang diproduksi di kawasan Aceh Barat akan menghemat biaya bagi PLN," katanya.
Ia mengatakan penggunaan batu bara yang dihasilkan dari bumi Teuku Umar, Provinsi aceh itu juga akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu.
"Saya yakin industri-industri hilir nantinya akan tumbuh dengan pesat di provinsi ini," katanya.
Ia menyebutkan kebutuhan energi listrik secara nasional sebagaimana Program Presiden Jokowi untuk lima tahun mencapai 35.000 Mega Watt dan untuk provinsi ujung paling barat Indonesia itu sebesar 2.000 Mega Watt guna menghidupkan industri hilir .
Infrastruktur operasi terpadu tambang batu bara PT Mifa Bersaudara yang diresmikan orang nomor satu di provinsi berjulukan Serambi Mekkah itu dengan nilai investasi tahap pertama senilai 202 juta dolar Amerika Serikat atau Rp2,6 triliun.
Dalam kegiatan peresmian tersebut turut hadir diantaranya Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, Kajati Tarmizi, Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah dan Bupati Nagan Raya T Zulkarnain, Kabiro Humas Setda Aceh M Ali Alfata, Dirut PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi dan pejabat lainnya.
"Saya berharap batu bara di Aceh dapat digunakan sebagai bahan bakar PLTU 3 dan 4 yang akan dibangun di provinsi ini dan ini juga dapat menghemat biaya," katanya di sela-sela meresmikan operasi terpadu tambang batu bara PT Mifa Bersaudara di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu.
Zaini menjelaskan sangat senang terhadap respon positif atas surat yang ditujukan kepada PLN, agar PLTU 1 dan 2 yang beroperasi di Nagan Raya agar dapat menggunakan batu bara lokal yang di produksi di daerah itu.
"Penggunaan batu bara yang diproduksi di kawasan Aceh Barat akan menghemat biaya bagi PLN," katanya.
Ia mengatakan penggunaan batu bara yang dihasilkan dari bumi Teuku Umar, Provinsi aceh itu juga akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu.
"Saya yakin industri-industri hilir nantinya akan tumbuh dengan pesat di provinsi ini," katanya.
Ia menyebutkan kebutuhan energi listrik secara nasional sebagaimana Program Presiden Jokowi untuk lima tahun mencapai 35.000 Mega Watt dan untuk provinsi ujung paling barat Indonesia itu sebesar 2.000 Mega Watt guna menghidupkan industri hilir .
Infrastruktur operasi terpadu tambang batu bara PT Mifa Bersaudara yang diresmikan orang nomor satu di provinsi berjulukan Serambi Mekkah itu dengan nilai investasi tahap pertama senilai 202 juta dolar Amerika Serikat atau Rp2,6 triliun.
Dalam kegiatan peresmian tersebut turut hadir diantaranya Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, Kajati Tarmizi, Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah dan Bupati Nagan Raya T Zulkarnain, Kabiro Humas Setda Aceh M Ali Alfata, Dirut PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi dan pejabat lainnya.
Pewarta: Pewarta : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.