Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan membentuk tim evaluasi pasar untuk memantau memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadhan 1436 Hijriah/2015 Masehi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop) Aceh Barat Adami Umar yang dihubungi di Meulaboh, Sabtu mengatakan tim yang akan dibentuk akan bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing menyebar disejumlah lokasi pasar.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan lintas sektoral dan lembaga terkait, program evaluasi pasar ini selalu kita lakukan menjelang bulan puasa Ramadhan," katanya.

Tim gabungan yang dibentuk tersebut berasal dari Kementrian Agama, Kepolisian, Sat Pol PP dan WH, Dinas Kesehatan, bagian perekonomian dan investasi Sekdakab, bagian hukum sekdakab serta Bappeda Kabupaten Aceh Barat.

Adami Umar menyatakan, pemerintah daerah memastikan kebutuhan sembako serta keperluan lain masyarakat pada puasa Ramadhan 1436 Hijriah yang diperkirakan pada Juni 2015 ini akan tercukupi dan tidak ada barang kadar luasa yang beredar dipasaran.

Selain itu kegiatan tersebut serangkaian dengan operasi pasar untuk menimalisir terjadinya spekulasi harga barang terutama sembako dan kebutuhan dapur rumah tangga oleh pihak distributor maupun spekulan dipasar.

"Inilah yang kita khawatirkan, sebelum memasuki puasa biasa harga barang cenderung naik, kalau sedini mungkin dapat kita antisipasi adanya spekulasi harga barang paling tidak gejolaknya tidak begitu mempengaruhi pasar," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan,  berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah daerah (rakorpimda) sejumlah pihak yang dilibatkan untuk jadwal evaluasi pasar rencana digelar pada 25 Mei 2015, hasil kesepakatan tersebut dicantumkan dalam keputusan yang ditanda tangani bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah.

Tim yang dibentuk tersebut akan langsung ketengah pasar melakukan pemantauan, menghimpun serta mendata persediaan barang terutama sembako, stok, harga, mutu dan memastikan tanggal barang beredar tidak kadar luasa.

"Serangkain juga dengan operasi pasar karena ini sebenarnya kegiatan yang bersifat rutin dari dinas dan pemerintah daerah dan hasil evaluasi pasar sebagai upaya mengontrol aktivitas pasar menjelang Ramadan tahun ini," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026