"Kita berharap pemerintah memberi perhatian yang lebih besar kepada program atsiri," kata kata Ketua ARC USK Dr Syaifullah Muhammad, di Banda Aceh, Senin.
Syaifullah mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan komoditi atsiri karena dinilai minyak yang dihasilkan tersebut bisa menjadi salah satu pendapatan masyarakat.
"Dapat membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dengan adanya pendapatan yang berkelanjutan," ujarnya.
Selain kepada pemerintah, Syaifullah juga meminta mengimbau kepada dunia usaha untuk dapat melakukan transaksi perdagangan dengan membeli minyak nilam bagus, sehingga bisnisnya keberlanjutan.
Kata Syaifullah, atsiri itu merupakan salah satu produk komoditas ekspor yang sangat membantu perekonomian masyarakat Aceh dan juga negara.
"Jadi bukan cuma Aceh, karena Indonesia adalah negara ketiga terbesar atsiri dunia, jadi itu penting sekali," katanya.
Syaifullah menjelaskan, minyak atsiri seperti nilam bukan hanya digunakan membuat parfum saja, melainkan juga untuk produksi wangi-wangian lain seperti pengharum ruangan, pembersih lantai, sabun, industri farmasi hingga aroma terapi.
"Maka dari itu kita berharap masyarakat juga bisa meningkatkan kinerja menanam nilam dengan baik serta komoditi atsiri lainnya," demikian Syaifullah.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Azhari
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.