Blangpidie (ANTARA Aceh) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Martunis mengatakan, program Kartu Indonesia Sehat sudah terintegrasi dalam kartu Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh atau Jaminan Kesehatan Nasional melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
"Kartu Indonesia sehat sudah diterintegrasi ke dalam kartu BPJS," kata Martunis saat ditanya terkait program Kartu Indonesia Sehat di Blangpidie, Rabu.
Martunis mengakui hingga saat ini Kartu Indonesia Sehat belum ada di Kabupaten Abdya dan masyarakat masih menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) dan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Belum ada kartu lain, warga masih pegang JKRA dan JKN. Kalau mengenai kartu Indonesia Pintar itu belum ada," kata Martunis didampingi Muhammad Ridwan, Kasi Farmasi dan jaminan pada Dinkes Abdya.
Martunis mengemukakan, sesuai data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Abdya sekitar 138.140 jiwa, dari jumlah tersebut sekitar 42.582 jiwa didaftarkan dalam program jaminan kesehatan rakyat Aceh.
"Yang belum terdaftar ke data base sekitar 10.131 jiwa, selebihnya sudah terdaftar ke program JKN," ujarnya.
Program JKRA, sambungnya, itu merupakan program Gubernur Aceh Zaini Abdullah, sedangkan JKN itu merupakan program dari pemerintah pusat, namun kedua program selama ini terintegrasi ke BPJS.
Lebih lanjut ia menerangkan, untuk peserta JKRA dan JKN yang terdaftar melalui peserta Badan Penyelengara Jaminan Sosial pada 13 Pukesmas di Kabupaten Abdya sebanyak 125.937 jiwa, sedangkan peserta BPJS di klinik TNI Polri dan dokter keluarga berjumlah sekitar 2.072 jiwa.
"Ini sumber data dari BPJS cabang Meulaboh Aceh Barat, April 2015. Jadi, data ini tiap bulan berubah dan menyesuaikan terus," katanya.
Menurut dia lagi, jika nanti kartu Indonesia sehat sudah tiba di Kabupaten Abdya, semua kartu kesehatan lainnya seperti kartu JKRA dan JKN akan ditarik kembali dari masyarakat untuk digantikan dengan KIS.
"Kartu Indonesia sehat sudah diterintegrasi ke dalam kartu BPJS," kata Martunis saat ditanya terkait program Kartu Indonesia Sehat di Blangpidie, Rabu.
Martunis mengakui hingga saat ini Kartu Indonesia Sehat belum ada di Kabupaten Abdya dan masyarakat masih menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) dan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Belum ada kartu lain, warga masih pegang JKRA dan JKN. Kalau mengenai kartu Indonesia Pintar itu belum ada," kata Martunis didampingi Muhammad Ridwan, Kasi Farmasi dan jaminan pada Dinkes Abdya.
Martunis mengemukakan, sesuai data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Abdya sekitar 138.140 jiwa, dari jumlah tersebut sekitar 42.582 jiwa didaftarkan dalam program jaminan kesehatan rakyat Aceh.
"Yang belum terdaftar ke data base sekitar 10.131 jiwa, selebihnya sudah terdaftar ke program JKN," ujarnya.
Program JKRA, sambungnya, itu merupakan program Gubernur Aceh Zaini Abdullah, sedangkan JKN itu merupakan program dari pemerintah pusat, namun kedua program selama ini terintegrasi ke BPJS.
Lebih lanjut ia menerangkan, untuk peserta JKRA dan JKN yang terdaftar melalui peserta Badan Penyelengara Jaminan Sosial pada 13 Pukesmas di Kabupaten Abdya sebanyak 125.937 jiwa, sedangkan peserta BPJS di klinik TNI Polri dan dokter keluarga berjumlah sekitar 2.072 jiwa.
"Ini sumber data dari BPJS cabang Meulaboh Aceh Barat, April 2015. Jadi, data ini tiap bulan berubah dan menyesuaikan terus," katanya.
Menurut dia lagi, jika nanti kartu Indonesia sehat sudah tiba di Kabupaten Abdya, semua kartu kesehatan lainnya seperti kartu JKRA dan JKN akan ditarik kembali dari masyarakat untuk digantikan dengan KIS.
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.