Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Idealnya Provinsi Aceh memiliki lima orang dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia (BTKVI) kata Ketua panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan HBTKVI ke-7, dr Yopie Afriandi Habibie, Sp.BTKV.

"Sumber daya manusia yang ada saat ini di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) dua orang dan tiga orang lagi masih dalam pendidikan," katanya di sela-sela pertemuan ilmiah tahunan dokter spesialis HBTKVI ke-7 di Banda Aceh, Kamis.

Menurut dia dengan jumlah penduduk yang ada saat ini sekitar 4,5 juta jiwa itu, rumah sakit milik Pemerintah Aceh yakni RSUZA membutuhkan lima orang dokter spesialis BTKV.

Ia mengatakan setiap harinya RSUZA melayani pasien bedah yang diruuk ke rumah sakit itu sebanyak lima sampai enam orang dan diharapkan dengan adanya penambahan dokter spesialis tersebut akan mampu melayani seluruh pasien.

"Sarana dan prasarana yang ada sudah sangat memadai, hanya saja perlu penambahan SDM," katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri dokter spesialis bedah tersebut juga hadir para narasumber dari sejumlah negara yakni  Mr Vladimir Anikin dari London, Prof Frans Moll MD dari Netherland, Prof Borut Gersak MD dari Slovenia dan Dr B Styanand Shastri MS FRCS dari India.  
   
Dalam pertemuan ilmiah perhimpunan  dokter spesialis bedah toraks, Kardiaks dan Vaskular Indonesia itu, Provinsi Aceh menjadi tuan rumah pada kegiatan itu.



Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026