Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Aceh Aceh Utara kekurangan pendonor sukarela, sehingga mengakibatkan persediaan darah untuk kebutuhan di wilayah itu dan Kota Lhokseumawe sangat terbatas.
Ketua PMI Cabang Aceh Utara Ismed Nur AJ Hasan di Lhokseumawe Selasa mengatakan, stok darah di Blood Bank PMI Aceh Utara sangat terbatas, karena sedikitnya warga yang bersedia untuk melakukan donor darah.
"Ditempatkan kita sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya, hal tersebut dikarenakan banyak yang takut kepada jarum suntik, bahkan ada yang sudah kita tensi dan begitu lihat jarum mereka langsung minta untuk tidak jadi mendonorkan darahnya," ujar Ismed.
Ismed menambahkan, dalam setiap bulannya PMI Aceh Utara, hanya bisa mendapatkan darah sebanyak 1.000 kantong darah dari pendonor rutin, sedangkan darah yang dibutuhkan dalam setiap bulan mencapai 1.400 kantong.
Stok darah yang tersedia di Blood Bank PMI Aceh Utara hanya 150 kantong dari berbagai golongan darah. PMI Aceh Utara melayani pendistribusian darah ke Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
"Meskipun banyak tidak berani mendonorkan darah, PMI Aceh Utara terus melakukan sosialiasi kepada setiap masyarakat. Kita memberikan sugesti kepada mereka kalau donor darah itu tidak sakit dan tidak perlu takut kepada jarum suntik," tutur Ismed.
Tambahnya, memperingati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Aceh Utara berhasil mengumpulkan darah sebanyak 700 kantong. Aksi donor darah tersebut telah dilakukan sejak hari Kamis (28/5).
Ismed berharap, setiap masyarakat harus lebih aktif melakukan donor darah karena setetes darah bisa membantu orang lain. Apa lagi permintaan darah di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara cukup tinggi.
Ketua PMI Cabang Aceh Utara Ismed Nur AJ Hasan di Lhokseumawe Selasa mengatakan, stok darah di Blood Bank PMI Aceh Utara sangat terbatas, karena sedikitnya warga yang bersedia untuk melakukan donor darah.
"Ditempatkan kita sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya, hal tersebut dikarenakan banyak yang takut kepada jarum suntik, bahkan ada yang sudah kita tensi dan begitu lihat jarum mereka langsung minta untuk tidak jadi mendonorkan darahnya," ujar Ismed.
Ismed menambahkan, dalam setiap bulannya PMI Aceh Utara, hanya bisa mendapatkan darah sebanyak 1.000 kantong darah dari pendonor rutin, sedangkan darah yang dibutuhkan dalam setiap bulan mencapai 1.400 kantong.
Stok darah yang tersedia di Blood Bank PMI Aceh Utara hanya 150 kantong dari berbagai golongan darah. PMI Aceh Utara melayani pendistribusian darah ke Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
"Meskipun banyak tidak berani mendonorkan darah, PMI Aceh Utara terus melakukan sosialiasi kepada setiap masyarakat. Kita memberikan sugesti kepada mereka kalau donor darah itu tidak sakit dan tidak perlu takut kepada jarum suntik," tutur Ismed.
Tambahnya, memperingati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Aceh Utara berhasil mengumpulkan darah sebanyak 700 kantong. Aksi donor darah tersebut telah dilakukan sejak hari Kamis (28/5).
Ismed berharap, setiap masyarakat harus lebih aktif melakukan donor darah karena setetes darah bisa membantu orang lain. Apa lagi permintaan darah di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara cukup tinggi.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.