Meulaboh (ANTARA Aceh)- Empat Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Provinsi Aceh menerima laporan pertangung jawaban (LPJ) APBK 2014 karena seluruh kegiatan program sudah terlaksanan mencapai sasaran.
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat H Ramli, Ms di Meulaboh, Selasa mengatakan seluruh fraksi yang mengikuti penutupan paripurna II pada pandangannya tidak ada yang mengkritisi kinerja Bupati H T Alaidinsyah dengan Wakilnya Rahmad Fitri HD dalam program kerja selama 2014.
"Walaupun sudah kita terima tapi menurut saya ada beberapa perbaikan cotohnya proyek-proyek yang belum selesai. Bupati dalam hal ini sudah menyangupi penuntasan dikerjakan oleh rekanan," katanya.
Ramli yang juga Bupati Aceh Barat priode 2006-2012 ini menyarankan bupati priode saat ini H T Alaidinsyah untuk lebih cerdas dan selektif dalam mengangkat kepala Satuan Kepala Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mendukung pencapaian program pemerintah.
Beberapa proyek yang belum terlaksanan kegiatan sesuai perencanaan diantaranya adalah beberapa sarana pengairan (irigasi), jembatan, rumah bantuan dan banyak hal lain yang semunya dijanjikan penyelesaiannya dalam tahun ini.
Dia menegaskan, untuk menuntaskan proyek tahun anggaran 2014 tersebut kalangan DPRK memberikan rentang waktu tiga bulan kedepan setelah ditutupnya sidang paripurna LPJ APBK Aceh Barat TA 2014.
"Tiga bulan waktunya kita berikan, kalau dalam rentang waktu ini proyek-proyek pemda ini tidak selesai maka itu akan berhadapan dengan hukum. Kita juga berharap bupati lebih cerdas memilih kepala SKPD agar mereka tidak belajar, tapi bekerja untuk pencapaian program pemerintah," tegasnya.
Sementara itu Bupati Alaidinsyah usai penutupan rapat di gedung DPRK menyampaikan, bahwa janji untuk menyelesaikan beberapa proyek yang belum tuntas itu akan dilaksanakan tepat waktu dan sesuai perencanaan program.
"Hasil temuan dari pandangan fraksi di DPRK hari ini akan sebagai bahan bagi eksekutif untuk melakukan evaluasi kinerja aparatur pemda. Sekaligus pembenahan managemen akan kita tindal lanjuti juga," imbuhnya.
Alaidinsyah menyampaikan, untuk adanya proyek 2014 yang belum tuntas dilaksanakan oleh kontraktor akan tetap dipantau sampai dengan selesai, karena pihaknya sudah menyampaikan pelaporan hasil kegiatan sudah maksimal.
Terlebih lagi sebut bupati yang akrap disapa Haji Tito ini, untuk rentang waktu penyelesaikan secara keseluruhan adalah selama enam bulan, terlebih lagi segala proyek yang pekerjaanya dianggap belum selesai pada 2015 masih dalam tahap pemeliharaan dan tangung jawab kontraktor.
"Tidak, untuk penuntasan proyek ini masih ada waktu enam bulan lagi masanya, artinya proyek-proyek 2014 ini kan di 2015 masih tahapan pemeliharaan, masih dalam tangung jawab kontraktor," katanya menambahkan.
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat H Ramli, Ms di Meulaboh, Selasa mengatakan seluruh fraksi yang mengikuti penutupan paripurna II pada pandangannya tidak ada yang mengkritisi kinerja Bupati H T Alaidinsyah dengan Wakilnya Rahmad Fitri HD dalam program kerja selama 2014.
"Walaupun sudah kita terima tapi menurut saya ada beberapa perbaikan cotohnya proyek-proyek yang belum selesai. Bupati dalam hal ini sudah menyangupi penuntasan dikerjakan oleh rekanan," katanya.
Ramli yang juga Bupati Aceh Barat priode 2006-2012 ini menyarankan bupati priode saat ini H T Alaidinsyah untuk lebih cerdas dan selektif dalam mengangkat kepala Satuan Kepala Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mendukung pencapaian program pemerintah.
Beberapa proyek yang belum terlaksanan kegiatan sesuai perencanaan diantaranya adalah beberapa sarana pengairan (irigasi), jembatan, rumah bantuan dan banyak hal lain yang semunya dijanjikan penyelesaiannya dalam tahun ini.
Dia menegaskan, untuk menuntaskan proyek tahun anggaran 2014 tersebut kalangan DPRK memberikan rentang waktu tiga bulan kedepan setelah ditutupnya sidang paripurna LPJ APBK Aceh Barat TA 2014.
"Tiga bulan waktunya kita berikan, kalau dalam rentang waktu ini proyek-proyek pemda ini tidak selesai maka itu akan berhadapan dengan hukum. Kita juga berharap bupati lebih cerdas memilih kepala SKPD agar mereka tidak belajar, tapi bekerja untuk pencapaian program pemerintah," tegasnya.
Sementara itu Bupati Alaidinsyah usai penutupan rapat di gedung DPRK menyampaikan, bahwa janji untuk menyelesaikan beberapa proyek yang belum tuntas itu akan dilaksanakan tepat waktu dan sesuai perencanaan program.
"Hasil temuan dari pandangan fraksi di DPRK hari ini akan sebagai bahan bagi eksekutif untuk melakukan evaluasi kinerja aparatur pemda. Sekaligus pembenahan managemen akan kita tindal lanjuti juga," imbuhnya.
Alaidinsyah menyampaikan, untuk adanya proyek 2014 yang belum tuntas dilaksanakan oleh kontraktor akan tetap dipantau sampai dengan selesai, karena pihaknya sudah menyampaikan pelaporan hasil kegiatan sudah maksimal.
Terlebih lagi sebut bupati yang akrap disapa Haji Tito ini, untuk rentang waktu penyelesaikan secara keseluruhan adalah selama enam bulan, terlebih lagi segala proyek yang pekerjaanya dianggap belum selesai pada 2015 masih dalam tahap pemeliharaan dan tangung jawab kontraktor.
"Tidak, untuk penuntasan proyek ini masih ada waktu enam bulan lagi masanya, artinya proyek-proyek 2014 ini kan di 2015 masih tahapan pemeliharaan, masih dalam tangung jawab kontraktor," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : Anwar: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.