Langsa (ANTARA Aceh) - Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) yang merupakan badan otonom dari Ormas Nahdatul Ulama (NU) meminta kepada setiap lembaga donor yang memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya, Myanmar di Aceh agar melapor kepada pemerintah.
"Berdasarkan informasi selama ini, lembaga donor yang memberikan bantuan tidak melapor kepada pemerintah setempat. Ke depan harus lapor," ungkap Ketua LPBI Alvianto Muchtadi disela buka puasa bersama dengan 433 orang pengungsi Rohingya di kamp Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Selasa (23/6) malam.
Menurutnya, jika lembaga asing yang mendonasikan bantuan kepada Rohingya tidak melapor pada pemerintah setempat dikhawatirkan terjadi tumpang tindih bantuan.
Untuk memudahkan koordinasi, lanjut aktivis NU itu, sudah sepatutnya NGO atau lembaga donor melapor pada pemerintah.
Kehadiran LPBI di kamp penampungan Rohingya di Bayeun Aceh Timur dalam rangka melakukan pemantauan terhadap perkembangan para pengungsi imigran tersebut.
Selain Alvianto, turut hadir Wakil Ketua LPBI Yayah Ruhyati serta Yulistianto. Kemudian ada pula perwakilan Islamic Help yang menjadi founding LPBI. Dalam kunjungan tersebut, LPBI menyediakan 520 paket makanan berbuka puasa, buah-buahan dan ratusan gelas es buah.
Alvianto juga menuturkan bahwa sebelum bulan puasa Ormas NU sudah memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada pengungsi Rohingya yang tersebar di sejumlah titik penampungan di Aceh.
pihaknya juga, sambung Alvianto, dalam waktu dekat akan datang ke Myanmar bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Hal itu dilakukan untuk melihat lebih dekat perkembangan dan situasi kekinian etnis Rohingya di negara bagian Rokhien itu.
"Harapannya tokoh NU bisa mendesak PBB dan dunia internasional agar menyelesaikan konflik sosial di sana," pungkas Alvinto.
"Berdasarkan informasi selama ini, lembaga donor yang memberikan bantuan tidak melapor kepada pemerintah setempat. Ke depan harus lapor," ungkap Ketua LPBI Alvianto Muchtadi disela buka puasa bersama dengan 433 orang pengungsi Rohingya di kamp Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Selasa (23/6) malam.
Menurutnya, jika lembaga asing yang mendonasikan bantuan kepada Rohingya tidak melapor pada pemerintah setempat dikhawatirkan terjadi tumpang tindih bantuan.
Untuk memudahkan koordinasi, lanjut aktivis NU itu, sudah sepatutnya NGO atau lembaga donor melapor pada pemerintah.
Kehadiran LPBI di kamp penampungan Rohingya di Bayeun Aceh Timur dalam rangka melakukan pemantauan terhadap perkembangan para pengungsi imigran tersebut.
Selain Alvianto, turut hadir Wakil Ketua LPBI Yayah Ruhyati serta Yulistianto. Kemudian ada pula perwakilan Islamic Help yang menjadi founding LPBI. Dalam kunjungan tersebut, LPBI menyediakan 520 paket makanan berbuka puasa, buah-buahan dan ratusan gelas es buah.
Alvianto juga menuturkan bahwa sebelum bulan puasa Ormas NU sudah memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada pengungsi Rohingya yang tersebar di sejumlah titik penampungan di Aceh.
pihaknya juga, sambung Alvianto, dalam waktu dekat akan datang ke Myanmar bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Hal itu dilakukan untuk melihat lebih dekat perkembangan dan situasi kekinian etnis Rohingya di negara bagian Rokhien itu.
"Harapannya tokoh NU bisa mendesak PBB dan dunia internasional agar menyelesaikan konflik sosial di sana," pungkas Alvinto.
Pewarta: Pewarta : Putra ZulfirmanUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.