Meulaboh (ANTARA Aceh) - Sekitar 16 ribu hektare lebih areal sawah di Kabupaten Aceh Barat yang mengalami kekeringan sudah teratasi dengan teraliri air, akibat tingginya curah hujan dalam sepekan ini.

Wakil Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD di Meulaboh, Jumat mengatakan, kemarau melanda sebagian wilayah Aceh pekan lalu membuat sebagian besar areal sawah kekeringan sehingga para petani sudah resah.

"Hampir saja kemarin itu tanaman padi rusak semua karena kemarau, namun Alhamdulillah dalam beberapa hari ini curah hujan mulai tinggi, sehingga kekeringan melanda sawah kita di sini sudah teratasi," katanya.

Saat kemarau melanda pihaknya langsung melakukan pendataan ketersediaan pangan serta kondisi lahan pertanian masyarakat yang dilaporkan dari setiap kawasan bermasalah karena ancaman kekeringan.

Wabup yang akrap disapa Haji Nanda ini menyampaikan, dengan demikian dipastikan untuk stok pangan musim panen kedepan diperkirakan tetap aman karena tidak ada rusak tanaman padi berusia rata-rata 1,5 bulan diarea sawah.

Dalam upaya mengatasi terjadinya kekeringan sawah petani pemerintah Aceh Barat sudah menyediakan pompanisasi untuk antisipasi yang diberikan kepada petani secara bergiliran dimanfaatkan pada area sawah tertuntu.

"Dengan kondisi areal sawah, kita sudah siap dengan pompanisasi namun persoalannya adalah sumber air yang tidak ada, karena ini dinas selalu diupayakan terus memantau area sawah yang sulit mendapatkan air," katanya.

Kabupaten Aceh Barat terdiri dari 12 kecamatan memiliki area sawah lebih dari 16 ribu hektar tersebar disejumlah kecamatan sentra produksi padi seperti Bubon, Kawai XVI, woyla dan beberapa kecamatan lainnya.

Selain karena ancaman musim kemarau, kondisi area sawah Aceh Barat sebagiann besar adalah tadah hujan, artinya setiap memasuki musim tanam harus melaksanakan ritual adat melihat curah hujan "keuneunong".

Kata Wabub, pasca kemarau pihak dinas pertanian terus memantau area sawah dengan menyertakan pompanisasi untuk membantu langsung petani mengaliri air dari sumber ke sawah dengan peralatan yang dibawa.

"Selain kemarau sawah Aceh Barat sebagiannya tadah hujan  jadinya kita melalui dinas pertanian terus membantu petani memberi kemudahan. Masalah kekeringan sudah tertasi, sumber air sudah ada," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026