Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan peduli dan cinta museum harus terus dikampanyekan, sehingga masyarakat khususnya generasi muda tertarik terhadap museum.
"Perlu dikampanyekan secara terus menerus kampanye mengenai cinta dan peduli terhadap museum," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah Aceh Muzakar pada peringatan 100 Tahun Museum Aceh.
Menurut gubernur, generasi muda perlu diingatkan kembali tentang sejarah dan budaya. Hal ini untuk menghindari terjadinya degradasi budaya oleh akibat maraknya modernisasi.
"Dengan mengampanyekan cinta dan peduli museum, maka generasi muda Aceh paham dan bisa melihat jejak sejarah di bumi Tanah Rencong ini. Karena itu, kampanye cinta dan peduli museum harus terus dilakukan," kata dia.
Gubernur mengatakan, museum merupakan lembaga pengawal sejarah. Keberadaan museum harus tetap didukung, sehingga identitas bangsa tetap terjaga.
Di era globalisasi sekarang ini, kata dia, terkadang menghadirkan lompatan peradaban lintas negara yang bukan tidak mungkin mampu meruntuhkan identitas budaya bangsa lain, yang kemudian menjadi tatanan global yang homogen.
Hal ini dapat terlihat dari menghilangnya batas-batas kebudayaan, sehingga budaya asli mulai dilupakan. Dan ini bisa saja terjadi di masyarakat Aceh, kata dia.
"Jika kondisi ini terus berlarut, maka perlahan-lahan jati diri kita hilang tergerus budaya asing. Dengan demikian, anak cucu kita tidak pernah lagi mengetahui sejarah kejayaan Aceh di masa silam," kata dia.
Menyangkut usia Museum Aceh yang sudah ke-100 tahun, gubernur mengingatkan perlu dilakukan langkah penguatan. Seperti revitalisasi museum, sehingga Museum Aceh lebih dinamis dan berdaya guna.
Kecuali itu, sebut dia, benda bersejarah di Museum Aceh harus diperkaya, baik dalam hal koleksi, konservasi, serta informasi, sehingga museum ini memiliki koleksi di setiap peradaban.
"Begitu juga dengan sumber daya manusianya, perlu diperkuat agar nantinya pengelolaan museum lebih variatif dan edukatif dengan sentuhan modernisasi. Termasuk pelayanannya harus terus ditingkatkan," kata Zaini Abdullah.
"Perlu dikampanyekan secara terus menerus kampanye mengenai cinta dan peduli terhadap museum," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah Aceh Muzakar pada peringatan 100 Tahun Museum Aceh.
Menurut gubernur, generasi muda perlu diingatkan kembali tentang sejarah dan budaya. Hal ini untuk menghindari terjadinya degradasi budaya oleh akibat maraknya modernisasi.
"Dengan mengampanyekan cinta dan peduli museum, maka generasi muda Aceh paham dan bisa melihat jejak sejarah di bumi Tanah Rencong ini. Karena itu, kampanye cinta dan peduli museum harus terus dilakukan," kata dia.
Gubernur mengatakan, museum merupakan lembaga pengawal sejarah. Keberadaan museum harus tetap didukung, sehingga identitas bangsa tetap terjaga.
Di era globalisasi sekarang ini, kata dia, terkadang menghadirkan lompatan peradaban lintas negara yang bukan tidak mungkin mampu meruntuhkan identitas budaya bangsa lain, yang kemudian menjadi tatanan global yang homogen.
Hal ini dapat terlihat dari menghilangnya batas-batas kebudayaan, sehingga budaya asli mulai dilupakan. Dan ini bisa saja terjadi di masyarakat Aceh, kata dia.
"Jika kondisi ini terus berlarut, maka perlahan-lahan jati diri kita hilang tergerus budaya asing. Dengan demikian, anak cucu kita tidak pernah lagi mengetahui sejarah kejayaan Aceh di masa silam," kata dia.
Menyangkut usia Museum Aceh yang sudah ke-100 tahun, gubernur mengingatkan perlu dilakukan langkah penguatan. Seperti revitalisasi museum, sehingga Museum Aceh lebih dinamis dan berdaya guna.
Kecuali itu, sebut dia, benda bersejarah di Museum Aceh harus diperkaya, baik dalam hal koleksi, konservasi, serta informasi, sehingga museum ini memiliki koleksi di setiap peradaban.
"Begitu juga dengan sumber daya manusianya, perlu diperkuat agar nantinya pengelolaan museum lebih variatif dan edukatif dengan sentuhan modernisasi. Termasuk pelayanannya harus terus ditingkatkan," kata Zaini Abdullah.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.