Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Terminal angkutan umum di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, yang dinilai tidak representative lagi, direncanakan akan dipindah ke pinggir laut, yakni di lokasi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lhok Bengkuang.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Aceh Selatan Hamzah di Tapaktuan, Jumat mengatakan, untuk merealisasikan program itu, Pemkab Aceh Selatan sedang membangun tanggul dalam laut sepanjang 600 meter yang selanjutnya di lokasi itu akan ditimbun untuk dijadikan lokasi terminal.
Ia mengakui, terminal lama yang berlokasi di Desa Kampung Hilir akan dipindahkan ke lokasi TPI Lhok Bengkuang, proses pembangunannya saat ini sedang berlangsung yang dimulai dari pembangunan tanggul laut dan penimbunan.
Namun, terkait dengan pembangunan tanggul laut dan penimbunan lahan yang proses pekerjaannya sedang berlangsung, menurut Hamzah bukan ditangani pihaknya melainkan langsung ditangani dinas terkait dalam hal ini adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA).
"Benar, sesuai dengan master plan pembangunan Kota Tapaktuan lokasi terminal Tapaktuan yang berstatus terminal kabupaten akan dipindahkan dari Desa Kampung Hilir ke lokasi TPI Lhok Bengkuang. Namun terkait proses pembangunan awal yakni tanggul laut dan penimbunan lahan yang sedang berlangsung ditangani Dinas Sumber Daya Air," kata Hamzah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan M Yunus mengatakan, pembangunan tanggul laut di lokasi TPI Lhok Bengkuang sepanjang lebih kurang 600 meter, sepenuhnya didanai dari sumber anggaran dana hibah Provinsi Aceh sebesar Rp9,3 miliar.
"Jika pembangunan tanggul laut itu berhasil dikerjakan tahun 2015, pihak Provinsi Aceh merencanakan kembali akan mengucurkan dana hibah serupa pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp10 miliar," ungkapnya.
Pembangunan tanggul yang berlokasi persis di belakang Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan itu, kata Yunus, selain dimaksudkan untuk perluasan TPI Lhok Bengkuang, di lokasi itu juga direncanakan akan dibangun terminal angkutan umum sesuai desain master plan pembangunan Kota Tapaktuan.
Dia menjelaskan, sesuai kesepakatan dengan Pemkab Aceh Selatan, pihak kontraktor telah bersedia akan melanjutkan dengan pekerjaan penimbunan yang anggarannya gratis atau tidak dibayar oleh pihak pemerintah.
"Di lokasi itu rencananya akan dibangun terminal angkutan umum yang berstatus terminal kabupaten menggantikan lokasi terminal lama. Terkait dengan bangunan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan yang berada di seputaran lokasi TPI Lhok Bengkuang rencananya akan dipindahkan ke Desa Kampung Hilir atau di lokasi terminal lama tersebut," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Cut Yusminar membenarkan bahwa lokasi kantor yang dipimpinnya itu akan dipindahkan ke lokasi terminal lama di Desa Kampung Hilir.
"Benar, di lokasi ini (kantor dinas kelautan dan perikanan) akan dijadikan lokasi terminal angkutan umum. Proses pembangunannya sedang berlangsung yang dimulai dari pembangunan tanggul laut dan selanjutnya lokasi ini akan ditimbun," ujarnya.
Pihaknya, sambung Cut Yusminar, sangat mendukung program Pemkab Aceh Selatan yang merencanakan akan membangun terminal angkutan umum di lokasi tersebut, karena lokasinya disamping berada persis di pinggir jalan negara lintasan Tapaktuan-Medan, Sumatera Utara, juga berdekatan atau di samping lokasi TPI Lhok Bengkuang.
"Kami meyakini, jika terminal dibangun di lokasi ini, di samping akan mendorong peningkatan aktifitas TPI Lhok Bengkuang juga akan menghidupkan fungsi terminal itu sendiri karena lokasinya lebih strategis dari lokasi sebelumnya. Hal ini juga sangat mendukung program pembangunan Kota Tapaktuan yang lebih indah dan representative sesuai visi misi Bupati Aceh Selatan," paparnya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Aceh Selatan Hamzah di Tapaktuan, Jumat mengatakan, untuk merealisasikan program itu, Pemkab Aceh Selatan sedang membangun tanggul dalam laut sepanjang 600 meter yang selanjutnya di lokasi itu akan ditimbun untuk dijadikan lokasi terminal.
Ia mengakui, terminal lama yang berlokasi di Desa Kampung Hilir akan dipindahkan ke lokasi TPI Lhok Bengkuang, proses pembangunannya saat ini sedang berlangsung yang dimulai dari pembangunan tanggul laut dan penimbunan.
Namun, terkait dengan pembangunan tanggul laut dan penimbunan lahan yang proses pekerjaannya sedang berlangsung, menurut Hamzah bukan ditangani pihaknya melainkan langsung ditangani dinas terkait dalam hal ini adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA).
"Benar, sesuai dengan master plan pembangunan Kota Tapaktuan lokasi terminal Tapaktuan yang berstatus terminal kabupaten akan dipindahkan dari Desa Kampung Hilir ke lokasi TPI Lhok Bengkuang. Namun terkait proses pembangunan awal yakni tanggul laut dan penimbunan lahan yang sedang berlangsung ditangani Dinas Sumber Daya Air," kata Hamzah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan M Yunus mengatakan, pembangunan tanggul laut di lokasi TPI Lhok Bengkuang sepanjang lebih kurang 600 meter, sepenuhnya didanai dari sumber anggaran dana hibah Provinsi Aceh sebesar Rp9,3 miliar.
"Jika pembangunan tanggul laut itu berhasil dikerjakan tahun 2015, pihak Provinsi Aceh merencanakan kembali akan mengucurkan dana hibah serupa pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp10 miliar," ungkapnya.
Pembangunan tanggul yang berlokasi persis di belakang Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan itu, kata Yunus, selain dimaksudkan untuk perluasan TPI Lhok Bengkuang, di lokasi itu juga direncanakan akan dibangun terminal angkutan umum sesuai desain master plan pembangunan Kota Tapaktuan.
Dia menjelaskan, sesuai kesepakatan dengan Pemkab Aceh Selatan, pihak kontraktor telah bersedia akan melanjutkan dengan pekerjaan penimbunan yang anggarannya gratis atau tidak dibayar oleh pihak pemerintah.
"Di lokasi itu rencananya akan dibangun terminal angkutan umum yang berstatus terminal kabupaten menggantikan lokasi terminal lama. Terkait dengan bangunan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan yang berada di seputaran lokasi TPI Lhok Bengkuang rencananya akan dipindahkan ke Desa Kampung Hilir atau di lokasi terminal lama tersebut," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Cut Yusminar membenarkan bahwa lokasi kantor yang dipimpinnya itu akan dipindahkan ke lokasi terminal lama di Desa Kampung Hilir.
"Benar, di lokasi ini (kantor dinas kelautan dan perikanan) akan dijadikan lokasi terminal angkutan umum. Proses pembangunannya sedang berlangsung yang dimulai dari pembangunan tanggul laut dan selanjutnya lokasi ini akan ditimbun," ujarnya.
Pihaknya, sambung Cut Yusminar, sangat mendukung program Pemkab Aceh Selatan yang merencanakan akan membangun terminal angkutan umum di lokasi tersebut, karena lokasinya disamping berada persis di pinggir jalan negara lintasan Tapaktuan-Medan, Sumatera Utara, juga berdekatan atau di samping lokasi TPI Lhok Bengkuang.
"Kami meyakini, jika terminal dibangun di lokasi ini, di samping akan mendorong peningkatan aktifitas TPI Lhok Bengkuang juga akan menghidupkan fungsi terminal itu sendiri karena lokasinya lebih strategis dari lokasi sebelumnya. Hal ini juga sangat mendukung program pembangunan Kota Tapaktuan yang lebih indah dan representative sesuai visi misi Bupati Aceh Selatan," paparnya.
Pewarta: Pewarta : HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026