Meulaboh (ANTARA Aceh) - Kabut asap mulai dirasakan masyarakat di kawasan pesisir barat selatan Aceh akibat pembakaran lahan dan hutan di beberapa lokasi di wilayah Sumatera.
Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya Edi Darlupti, Minggu menyatakan, pihaknya memprakirakan kabut asap hanya melanda pada pagi hari sementara posisi antara siang, sore hingga malam umumnya berawan dan berpeluang hujan ringan.
"Sejumlah kawasan lain sudah sejak kemarin dilanda kabut asap, namun untuk wilayah kerja kita sejak pagi ini Minggu (20/9) pukul 10.00 WIB. Posisi pertama titik kabut asap di Aceh Barat kemudian terus berimbas ke Nagan Raya," katanya.
Untuk jarak pandang akibat kabut asap sudah memasuki jarak dibawah 5 kilometer, apabila tidak terjadi hujan maka dikhawatirkan imbas asap akan terus meluas dan menyebar ke kawasan lain di pesisir barat Aceh.
Edi Darlupti mengatakan, kabut asap yang saat ini melanda Aceh Barat dan Nagan Raya merupakan kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera, karena menurutnya hingga saat ini tidak terlihat adanya titik api di wilayah Aceh seperti Aceh Barat maupun Nagan Raya.
"Dari pantauan BMKG tidak ada titik api di wilayah kerja kita, untuk wilayah kita asap ini kiriman dari wilayah Banda Aceh, Pidie dan Lhokseumawe yang sejak kemarin mereka sudah duluan kena asap dari daerah lain," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, kabut asap yang terjadi belum berimbas pada terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Cut Nyak Dhien dan pihaknyapun belum menyampaikan peringatan kepada pihak bandara tersebut.
Sementara untuk suhu masih normal yakni 23-32 derajat celcius dengan kelembaban udara 75-98 persen, tiupan angin dari arah barat daya 5-40 kilometer perjam.
"Prakiraan cuaca ini berlaku untuk besok Senin (21/9). Jika angin semakin menuju kemari maka kabut asap akan semakin cepat melanda kawasan lain," katanya menambahkan.
Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya Edi Darlupti, Minggu menyatakan, pihaknya memprakirakan kabut asap hanya melanda pada pagi hari sementara posisi antara siang, sore hingga malam umumnya berawan dan berpeluang hujan ringan.
"Sejumlah kawasan lain sudah sejak kemarin dilanda kabut asap, namun untuk wilayah kerja kita sejak pagi ini Minggu (20/9) pukul 10.00 WIB. Posisi pertama titik kabut asap di Aceh Barat kemudian terus berimbas ke Nagan Raya," katanya.
Untuk jarak pandang akibat kabut asap sudah memasuki jarak dibawah 5 kilometer, apabila tidak terjadi hujan maka dikhawatirkan imbas asap akan terus meluas dan menyebar ke kawasan lain di pesisir barat Aceh.
Edi Darlupti mengatakan, kabut asap yang saat ini melanda Aceh Barat dan Nagan Raya merupakan kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera, karena menurutnya hingga saat ini tidak terlihat adanya titik api di wilayah Aceh seperti Aceh Barat maupun Nagan Raya.
"Dari pantauan BMKG tidak ada titik api di wilayah kerja kita, untuk wilayah kita asap ini kiriman dari wilayah Banda Aceh, Pidie dan Lhokseumawe yang sejak kemarin mereka sudah duluan kena asap dari daerah lain," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, kabut asap yang terjadi belum berimbas pada terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Cut Nyak Dhien dan pihaknyapun belum menyampaikan peringatan kepada pihak bandara tersebut.
Sementara untuk suhu masih normal yakni 23-32 derajat celcius dengan kelembaban udara 75-98 persen, tiupan angin dari arah barat daya 5-40 kilometer perjam.
"Prakiraan cuaca ini berlaku untuk besok Senin (21/9). Jika angin semakin menuju kemari maka kabut asap akan semakin cepat melanda kawasan lain," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.