Blangpidie, Aceh, (18/10). ANTARA - Seorang loper koran harian lokal di Aceh, warga Meulaboh, Aceh Barat, terpaksa harus berurusan dengan petugas syariat islam, lantaran telah membawa kabur istri orang dan menelantarkan dipinggir jalan nasional di Blangpidie, Aceh Barat Daya(Abdya),Kamis (15/10) malam.
Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riat di Blangpidie, Minggu, mengatakan, peristiwa bawa lari istri orang itu terungkap setelah personil satpol PP dan WH melihat seorang perempuan sedang duduk sendirian dipinggiran
jalan nasional, pukul 10,00 wib malam (15/10).
“Saat petugas menanyakan, perempuan itu mengaku berasal dari kabupaten
Aceh Singkil dibawa oleh seorang pemuda dengan mobil kijang inova, setiba di depan swalayan sejahtera, Abdya, dia diturunkan dan diminta untuk menunggu jemputan,†katanya
Setelah perempuan tersebut menunggu, loper koran itupun tidak kunjung datang menjemput, sehingga, personil Satpol PP dan WH membawa wanita tersebut ke kantor Satpol PP dan WH untuk diberi perlindungan, apalagi sudah larut malam.
“pada saat kami tanyakan, perempuan itu bernama Safriani warga Aceh Singkil dan sudah bersuami anak satu. Berdasarkan pengakuannya, pemuda yang bawa dia itu bernama Saiful, warga Meulaboh dan bekerja sebagai loper koran,†jelasnya
Lanjut dia, Safriani saat ditanya, mengaku bahwa dirinya baru lima hari mengenali Saiful dan tidak menjalin hubungan apa-apa. Hanya saja, pada hari Kamis, sekitar pukul 03,00 wib sore, Saiful mengajak Safriani jalan-jalan ke kota Subulussalam.
“Setelah itu, dia tidak di antarkan lagi ke rumah, tetapi langsung dibawa ke arah Meulaboh. Waktu itu dia mengaku menangis dan meminta untuk di antarkan ke rumah, tetapi, Saiful tidak mengindahkan, hingga perempuan itu di turunkan di Abdya ini,†jelasnya
Safriani mengaku turun dari mobil tersebut atas permintaan Saiful untuk menunggu di depan swalayan dengan alasan dirinya harus segera mengantarkan mobil pada toke dan selanjutnya akan dijemput dengan mengunakan sepeda motor.
Namun kata dia, hingga larut malam di tunggu Saiful tidak kunjung datang menjemput sehingga dirinya sudah merasa takut sendirian di pinggiran jalan apalagi malam dan akhirnya datang petugas Satpol PP dan WH yang selanjutnya di ajak ke kantor.
“waktu di telpon, Saiful mengaku sebentar lagi di jemput, tapi tidak muncul-muncul, yang datang hanya seorang perempuan mengaku kakak iparnya Saiful, jadi, dia tidak mau ikut karna tidak dikenalnya,†katanya
Berhubung Saiful tidak lagi menjemput, Safriani lebih memilih nginap di kantor Satpol PP dan WH yang ditemani oleh beberapa personil polisi syariah islam dari pada ikut dengan perempuan yang tidak dikenalnya dan akhirnya berkat bantuan WH pada hari Jumat (16/10) keluarganya di Singkil datang ke Abdya.
“Saiful itu kita hubungi juga, setelah kita telpon beberapa kali, akhirnya, dia datang ke kantor Satpol PP dan WH pada Jumat malam usai Sholat Maqrib. Berhubung keluarga Safriani ada di Abdya, jadi, kita minta mereka untuk berdamai secara kekeluargaan, kalau kesepakatan tidak tercapai, maka akan kita limpahkan ke pihak hukum,†kata Kasat Pol PP dan WH.
Pewarta: Pewarta : Suprian: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026