Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiapkan subsidi ongkos angkut sebagai upaya stabilisasi harga beras premium yang mengalami kenaikan di pasaran yakni dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.400 per kilogram menjadi Rp15.666 per kilogram.
"Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, karena berisiko terhadap ketersediaan dan daya beli masyarakat,” kata Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, Kamarlisnur di Meulaboh, Kamis.
Ia menyebutkan saat ini harga rata-rata beras premium di pasar mencapai Rp15.666 per kilogram. Angka tersebut telah melampaui ambang batas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram.
Adapun daerah pemasok beras berasal dari Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
"Kita akan memotong biaya tersebut dengan subsidi sekitar Rp500 per kilogram. Dengan begitu kenaikan harga sekitar Rp200 hingga Rp300 di pasar dapat kita tekan agar harganya tetap berada di bawah HET," jelasnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Aceh Barat juga telah mengalokasikan anggaran subsidi ongkos angkut lebih dari Rp200 juta. Anggaran ini diproyeksikan mampu mengintervensi pasar hingga akhir tahun.
Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat menargetkan dapat mengintervensi minimal 20 persen dari total kebutuhan masyarakat, atau sekitar 400 hingga 500 ton beras untuk periode enam bulan ke depan.
"Intervensi ini akan terus kita sesuaikan dengan grafik kenaikan harga di pasar. Jika harga sudah kembali normal di bawah HET, intervensi akan disesuaikan. Upaya ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas inflasi daerah," kata Kamarlisnur menambahkan.
Pihaknya berharap masyarakat Aceh Barat tidak lagi terbebani oleh gejolak harga pangan, sekaligus memastikan distribusi beras dari daerah pemasok tetap lancar dan terjangkau.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026