Blangpidie (ANTARA Aceh) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menertibkan pedagang kaki lima di kota Blangpidie, untuk menghindari kesemrauatan jalan.
''Penertiban ini kita lakukan dengan tujuan untuk membuat wajah kota Blangpidie lebih tertata, bebas dari pedangan liar yang berjualan di atas badan jalan,'' kata Kepala Satpo PP dan WH Abdya, Riat di Blangpidie.
Riat mengatakan bahwa beberapa kalangan pedagang sempat menolak penertiban itu karena mereka menganggap Satpol PP tebang pilih dalam menertibkan PKL di Kota Blangpidie.
''Setelah kita berikan arahan dan pengertian, akhirnya mereka setuju untuk di tertipkan, kita memindahkan drum-drum yang selama ini berada di atas trotoar jalan H Ilyas,'' katanya
Dalam penertiban tersebut, tambah dia, ada beberapa gerobak jualan yang terletak di jalan H Ilyas, Kota Blangpidie, terpaksa harus di amankan ke kantor satpol PP karena keberadaan gerobak tersebut sangat mengganggu lalu lintas.
''Setelah sampai ke kantor, pemilik gerobak datang, namun setelah kita berikan pemahaaman mereka membawa pulang kembali gerobak tersebut dan kami berikan ongkosnya,'' terangnya
Dia menambahkan, selain penertiban PKL di kota Blangpidie, pihaknya juga telah mengusur pedangan kaki lima yang berjualan di depan Masjid Agung Islamic center yang berada di Guhang dan termasuk penertiban pedangang ikan di kawasan Babah Lhok.
''Tadi, semua pedangan sayur-sayuran yang berjualan di depan Masjid Agung, Islamic center sudah kita gusur, termasuk kilang perabotan kita suruh bongkar, agar, halaman Islamic center tersebut tampak bersih,'' katanya
Sedangkan untuk pedagang ikan, kata dia lagi, pihaknya dengan melibatkan 40 personil juga menertibkan para moge ikan agar tidak diperbolehkan berjualan di jalan raya.
''Semua pedangan ikan yang selama ini berjualan di pinggiran jalan nasional sudah juga kita tertibkan, mereka kita perkenankan untuk berjualan pada pasar yang telah dibangun oleh pemerintah di Babah Lhok,'' tuturnya
Ketua Komisi C DPRK Abdya, Yulinardi kepada wartawan mengakui sangat mendukung kebijakan pemkab Abdya dalam menertipkan PKL liar, karena, selama ini, jalan H Ilyas Blangpidie, sering macet akibat banyaknya drum-drum pedangan yang di tempatkan di atas trotoar jalan.
''Kita sangat mendukungnya, karena ini untuk kebaikan kita semua, jika kota kita telah tertib, bersih tentu pemandangannya pun sudah indah, jadi, kita dari dewan cukup mendukung,'' katanya
Politisi Partai Hanura ini juga meminta kepada para pedangan yang telah di gusur di depan Masjid Islamic center agar untuk menjari tempat baru di pasar-pasar tradisional yang telah dibangun oleh pemerintah untuk berjualan.
''Kita juga meminta, kepada semua pedangang yang selama ini berjualan di depan masjid untuk tidak lagi beraktifitas dikawasan itu, dan kalau ada keinginan untuk berjualan sebaiknya di pasar saja, tidak di depan masjid,'' demikian Yulinardi
''Penertiban ini kita lakukan dengan tujuan untuk membuat wajah kota Blangpidie lebih tertata, bebas dari pedangan liar yang berjualan di atas badan jalan,'' kata Kepala Satpo PP dan WH Abdya, Riat di Blangpidie.
Riat mengatakan bahwa beberapa kalangan pedagang sempat menolak penertiban itu karena mereka menganggap Satpol PP tebang pilih dalam menertibkan PKL di Kota Blangpidie.
''Setelah kita berikan arahan dan pengertian, akhirnya mereka setuju untuk di tertipkan, kita memindahkan drum-drum yang selama ini berada di atas trotoar jalan H Ilyas,'' katanya
Dalam penertiban tersebut, tambah dia, ada beberapa gerobak jualan yang terletak di jalan H Ilyas, Kota Blangpidie, terpaksa harus di amankan ke kantor satpol PP karena keberadaan gerobak tersebut sangat mengganggu lalu lintas.
''Setelah sampai ke kantor, pemilik gerobak datang, namun setelah kita berikan pemahaaman mereka membawa pulang kembali gerobak tersebut dan kami berikan ongkosnya,'' terangnya
Dia menambahkan, selain penertiban PKL di kota Blangpidie, pihaknya juga telah mengusur pedangan kaki lima yang berjualan di depan Masjid Agung Islamic center yang berada di Guhang dan termasuk penertiban pedangang ikan di kawasan Babah Lhok.
''Tadi, semua pedangan sayur-sayuran yang berjualan di depan Masjid Agung, Islamic center sudah kita gusur, termasuk kilang perabotan kita suruh bongkar, agar, halaman Islamic center tersebut tampak bersih,'' katanya
Sedangkan untuk pedagang ikan, kata dia lagi, pihaknya dengan melibatkan 40 personil juga menertibkan para moge ikan agar tidak diperbolehkan berjualan di jalan raya.
''Semua pedangan ikan yang selama ini berjualan di pinggiran jalan nasional sudah juga kita tertibkan, mereka kita perkenankan untuk berjualan pada pasar yang telah dibangun oleh pemerintah di Babah Lhok,'' tuturnya
Ketua Komisi C DPRK Abdya, Yulinardi kepada wartawan mengakui sangat mendukung kebijakan pemkab Abdya dalam menertipkan PKL liar, karena, selama ini, jalan H Ilyas Blangpidie, sering macet akibat banyaknya drum-drum pedangan yang di tempatkan di atas trotoar jalan.
''Kita sangat mendukungnya, karena ini untuk kebaikan kita semua, jika kota kita telah tertib, bersih tentu pemandangannya pun sudah indah, jadi, kita dari dewan cukup mendukung,'' katanya
Politisi Partai Hanura ini juga meminta kepada para pedangan yang telah di gusur di depan Masjid Islamic center agar untuk menjari tempat baru di pasar-pasar tradisional yang telah dibangun oleh pemerintah untuk berjualan.
''Kita juga meminta, kepada semua pedangang yang selama ini berjualan di depan masjid untuk tidak lagi beraktifitas dikawasan itu, dan kalau ada keinginan untuk berjualan sebaiknya di pasar saja, tidak di depan masjid,'' demikian Yulinardi
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.