Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Harga pinang di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengalami kenaikan harga dalam tiga hari terakhir, hal itu diakibatkan oleh minimnya produksi komoditas itu di tingkat petani, sementara permintaan tinggi.
Salah seorang agen pinang keliling di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara Rahman, Rabu mengatakan, harga pinang matang yang kulitnya masih merah Rp12 ribu, sedangkan sebelumnya Rp10 ribu per kilogram.
Begitu juga pinang yang masih muda Rp9 ribu, sedangkan sebelumnya hanya Rp8 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga pinang ini disambut gembira oleh para petani, karena bisa untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidup. Semoga kedepannya harga pinang tersebut, bisa bertahan terus sampai seperti ini," ujar Rahman.
Rahman menambahkan, kenaikan harga pinang tersebut dipicu oleh tingginya permintaan dari negara pengimpor pinang dari Indonesia seperti India, sedangkan stoknya sangat terbatas.
Pinang tersebut akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara dan diekspor ke India.
Akibat naiknya harga pinang dalam sebulan terakhir, para petani berusaha untuk memetik hasilnya segera disaat harga tinggi. Bahkan, dalam sehari pedagang pengumpul tersebut mampu mengumpulkan 350 kilogram dari beberapa desa di wilayah itu.
"Akibat kenaikan harga pinang dalam sehari mampu mencapai 350 kilogram. Pasokan pinang yang paling banyak, terdapat di Kecamatan Langkahan," tutur Rahman.
Tambahnya, dengan naiknya harga pinang membuat petani merasa gembira dan sangat berharap harganya bisa terus bertahan seperti sekarang, karena berdasarkan pengalaman yang lalu, harga pinang masih jauh dari harapan.
Bukan hanya petani saja yang merasakan kenaikan harga tersebut, tapi bagi para agen keliling juga ikut merasakan hal yang sama, sehingga bisa mencukupi untuk membeli berbagai kebutuhan.
Salah seorang agen pinang keliling di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara Rahman, Rabu mengatakan, harga pinang matang yang kulitnya masih merah Rp12 ribu, sedangkan sebelumnya Rp10 ribu per kilogram.
Begitu juga pinang yang masih muda Rp9 ribu, sedangkan sebelumnya hanya Rp8 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga pinang ini disambut gembira oleh para petani, karena bisa untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidup. Semoga kedepannya harga pinang tersebut, bisa bertahan terus sampai seperti ini," ujar Rahman.
Rahman menambahkan, kenaikan harga pinang tersebut dipicu oleh tingginya permintaan dari negara pengimpor pinang dari Indonesia seperti India, sedangkan stoknya sangat terbatas.
Pinang tersebut akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara dan diekspor ke India.
Akibat naiknya harga pinang dalam sebulan terakhir, para petani berusaha untuk memetik hasilnya segera disaat harga tinggi. Bahkan, dalam sehari pedagang pengumpul tersebut mampu mengumpulkan 350 kilogram dari beberapa desa di wilayah itu.
"Akibat kenaikan harga pinang dalam sehari mampu mencapai 350 kilogram. Pasokan pinang yang paling banyak, terdapat di Kecamatan Langkahan," tutur Rahman.
Tambahnya, dengan naiknya harga pinang membuat petani merasa gembira dan sangat berharap harganya bisa terus bertahan seperti sekarang, karena berdasarkan pengalaman yang lalu, harga pinang masih jauh dari harapan.
Bukan hanya petani saja yang merasakan kenaikan harga tersebut, tapi bagi para agen keliling juga ikut merasakan hal yang sama, sehingga bisa mencukupi untuk membeli berbagai kebutuhan.
Pewarta: Pawarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026