Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Musibah langsor dan banjir melanda daerah pedalaman Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, menyusul hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak Selasa hingga Rabu, sehingga mengakibatkan hubungan transportasi dari dan ke wilayah itu terputus total.

Camat Kluet Timur, Khaimar yang dihubungi dari Tapaktuan, Rabu menyebutkan, bencana banjir bandang yang paling parah terjadi di Desa Buloh Didi, Selasa (17/11) malam sekira pukul 22.00 WIB yang merendam sekitar 57 unit rumah setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 60 cm.

Selain itu, puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik warga juga terendam banjir.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun akibat bencana banjir bandang tersebut, warga mengalami kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah dengan estimasi selain rusaknya lahan pertanian dan perkebunan juga kehilangan hewan ternak akibat hanyut dibawa arus banjir.

Khaimar juga melaporkan, akibat bencana tersebut ratusan warga korban banjir bandang pada Selasa malam terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah-rumah penduduk di desa tetangga yang aman dari terjangan banjir.

"Pengungsian warga sifatnya hanya sementara tidak sampai harus mendirikan tenda, karena pada Rabu  pagi, air sudah surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan lumpur sisa banjir," ujar Khaimar.

Selain banjir, Khaimar juga melaporkan, akibat hujan lebat  juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor sebanyak enam titik di Gunung Sikorong yang menimbun badan jalan.

Akibatnya, sebanyak empat desa di pedalaman Kluet Timur masing-masing Desa Lawe Buloh Didi, Lawe Sawah, Lawe Cimanok dan Desa Pucuk Lembang terisolir selama hampir sehari semalam.

"Dari enam titik tanah longsor tersebut, dua titik yang paling parah karena material tanah dalam jumlah banyak setinggi satu meter lebih menimbun seluruh badan jalan," ucapnya.

Dia menyatakan, pasca terjadi longsor sejak Selasa (17/11) malam, lalu lintas dari 4 desa tersebut menuju ke Ibu Kota Kecamatan di Desa Paya Dapur lumpuh total.

"Jangankan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua saja tidak bisa lewat. Masyarakat yang ingin melintas terpaksa harus berjalan kaki lebih kurang sepanjang 500 meter," ujarnya.

"Pagi tadi ada warga yang melintas menggunakan sepeda motor, namun harus diangkat secara beramai-ramai oleh puluhan warga di lokasi tanah longsor itu," ujarnya.

Khaimar menambahkan, akibat tanah longsor yang menimbun badan jalan tersebut, telah mengganggu perekonomian dan pasokan kebutuhan pokok msyarakat setempat termasuk terganggunya siswa sekolah dari 4 desa itu, karena Sekolah SMAN 1 Kluet Timur berada di Desa Paya Dapur.

"Ruas jalan yang tertimbun longsor tersebut merupakan ruas jalan satu-satunya menuju ke 4 desa yang terisolir itu dari ibu kota kecamatan. Jika ruas jalan itu terputus tidak bisa dilalui maka akses lalu lintas ribuan warga yang mendiami 4 desa itu juga lumpuh total dan mereka terkurung," sebutnya.

Untuk menormalkan arus lalu lintas, jelas Khaimar, puluhan masyarakat setempat telah berupaya melakukan pembersihan tanah di badan jalan dengan cara gotong royong, namun sejauh ini belum membuahkan hasil karena tumpukan material tanahnya terlalu banyak.

"Satu-satunya cara untuk membersihkan badan jalan itu hanya dengan cara menggunakan alat berat (beco), sebab tidak mampu secara manual menggunakan manusia," katanya.

Menurutnya, musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Selasa malam itu, merupakan musibah terburuk yang terjadi di kawasan itu sejak sepuluh tahun terakhir, karena dalam musibah kali ini, terjangan air berasal dari gunung dengan turut serta menghanyutkan bongkahan kayu serta tanah longsor.

"Ini merupakan banjir bandang, karena air berasal dari gunung menerjang ke pemukiman penduduk dan mengakibatkan tanah longsor," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi  menyatakan, untuk membersihkan tumpukan tanah yang menimbun badan jalan di Gunung Sikorong, Kecamatan Kluet Timur, pihaknya telah mengirimkan satu unit alat berat (beco) ke lokasi.

"Sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, alat berat sudah sampai ke lokasi dan sudah mulai melakukan upaya pembersihan badan jalan yang tertimbun longsor," kata Erwiandi.

Saat dihubungi kembali sekitar pukul 16.00 WIB, Camat Kluet Timur, Khaimar mengakui,  satu unit alat berat  yang berada di lokasi dan telah mulai melakukan upaya pembersihan badan jalan dari tumpukan material tanah longsor.

"Menurut keterangan yang kami peroleh, mereka (petugas BPBD) akan bekerja sampai Kamis (19/11) besok, karena tumpukan material tanah cukup banyak. Arus lalu lintas diperkirakan akan normal kembali besok (Kamis-red)," ucap Khaimar.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026